ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui Bagaimana gambaran tingkat kebutuhan tentang website sebagai media pengungkapan masalah siswa kepada guru bimbingan dan konseling di SMK Negeri 3 Makassar?, Bagaimana gambaran pengembangan website sebagai media pengungkapan masalah siswa kepada guru bimbingan dan konseling di SMK Negeri 3 Makassar?. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan serta metode kualitatif dan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah SMK Negeri 3 makassar dengan sampel pada uji coba kelompok kecil sebanyak 4-6 siswa dan uji coba kelompok besar 20-30 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kebutuhan berada pada kategori sangat tinggi, model pengembangan ini disusun berdasarkan analisis kebutuhan di SMK Negeri 3 makassar. Model terkembangkan adalah model yang melalui validasi ahli, uji kelayakan dan uji keberterimaan dan keterpakaian sehingga model tersebut telah teruji secara konstruk/isi maupun secara deskriptif. Berdasarkan hal tersebut maka model pengembangan ini telah mengalami berbagai macam revisi berdasarkan saran serta masukan dari validator-validator tersebut. Model ini juga telah melalui tahap uji coba produk yang dilakukan oleh konselor untuk mengetahui bagaimana gambaran pelaksanaan produk berupa website E-counseling di sekolah kedepannya. Berdasarkan hal tersebut maka program Website sebagai media pengungkapan masalah siswa telah layak, diterima dan dapat untuk digunakan sebagai pedoman guru pembimbing dalam melaksanakan program Website sebagai media pengungkapan masalah siswa. Kata Kunci : Website sebagai media, Pengungkapan Masalah ABSTRACT This research aims at examining the description of the needs of website as problem disclosure media of students to guidance and counseling teachers in SMKN 3 Makassar. This research employs research and development approach as well as qualitative and quantitative method. The population in this research is SMKN 3 Makassar, with the tryout samples of small group for 4-6 students and big group for 20-30 students. The result of the research shows that the level of needs is in extremely high category, the development model is arranged based on needs analysis at SMKN 3 Makassar. The model developed is the model which had been processed by experts, validation, feasibility, acceptance, and usable so the model had been tested in construct/content and descriptively. Based on the aforementioned results; thus, the model had revision based on the suggestion and feedback from the experts. The model had also been tested through product tryout conducted by the counselor to discover the description of the implemetation of the product in a from of website E-counseling in school for years to come. Therefore, the website program as problem disclosure media is feasible, accepted, and can be used as a guidance for counseling teachers. Keywords: Website as media, Problem Disclosure
Copyrights © 2021