Syaifullah Nur
Universitas Muhammadiyah Makassar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGEMBANGAN WEBSITE SEBAGAI MEDIA PENGUNGKAPAN MASALAH SISWA KEPADA GURU BIMBINGAN DAN KONSELING Syaifullah Nur
JBKPI: Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Vol 1, No 1 (2021): J-BKPI: Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j-bkpi.v1i1.6536

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui Bagaimana gambaran  tingkat kebutuhan tentang website sebagai media pengungkapan masalah  siswa kepada guru bimbingan dan konseling di SMK Negeri 3 Makassar?, Bagaimana gambaran pengembangan website sebagai media pengungkapan masalah  siswa kepada guru bimbingan dan konseling di SMK Negeri 3 Makassar?. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan serta metode kualitatif dan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah SMK Negeri 3 makassar dengan sampel pada uji coba kelompok kecil sebanyak 4-6 siswa dan uji coba kelompok besar 20-30 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kebutuhan berada pada kategori sangat tinggi, model pengembangan ini disusun berdasarkan analisis kebutuhan di SMK Negeri 3 makassar. Model terkembangkan adalah model yang melalui validasi ahli, uji kelayakan dan uji keberterimaan dan keterpakaian sehingga model tersebut telah teruji secara konstruk/isi maupun secara deskriptif. Berdasarkan hal tersebut maka model pengembangan ini telah mengalami berbagai macam revisi berdasarkan saran serta masukan dari validator-validator tersebut. Model ini juga telah melalui tahap uji coba produk yang dilakukan oleh konselor untuk mengetahui bagaimana gambaran pelaksanaan produk berupa website E-counseling di sekolah kedepannya. Berdasarkan hal tersebut maka program Website sebagai media pengungkapan masalah siswa telah layak, diterima dan dapat untuk digunakan sebagai pedoman guru pembimbing dalam melaksanakan program Website sebagai media pengungkapan masalah siswa.   Kata Kunci : Website sebagai media, Pengungkapan Masalah ABSTRACT This research aims at examining the description of the needs of website as problem disclosure media of students to guidance and counseling teachers in SMKN 3 Makassar. This research employs research and development approach as well as qualitative and quantitative method. The population in this research is SMKN 3 Makassar, with the tryout samples of small group for 4-6 students and big group for 20-30 students. The result of the research shows that the level of needs is in extremely high category, the development model is arranged based on needs analysis at SMKN 3 Makassar. The model developed is the model which had been processed by experts, validation, feasibility, acceptance, and usable so the model had been tested in construct/content and descriptively. Based on the aforementioned results; thus, the model had revision based on the suggestion and feedback from the experts. The model had also been tested through product tryout conducted by the counselor to discover the description of the implemetation of the product in a from of website E-counseling in school for years to come. Therefore, the website program as problem disclosure media is feasible, accepted, and can be used as a guidance for counseling teachers.  Keywords: Website as media, Problem Disclosure
Pengaruh Media Sosial Tiktok  Terhadap Konsep Diri Siswa  MTS Aisyiyah Sungguminasa Kabupaten Gowa Mirdayanti; Rukiana Novianti Putri; Syaifullah Nur
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 2 (2025): Advances In Education Journal (Oktober)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi dan media sosial membawa pengaruh yang signifikan terhadap kehidupan remaja, termasuk pembentukan konsep diri. Tiktok, sebagai salah satu platform media sosial yang populer dikalangan remaja, tidak hanya menjadi sarana hiburan dan ekspresi diri, tetapi juga dapat memengaruhi cara remaja memandang dan menilai dirinya. Maka Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui bagaimana pengaruh media sosial TikTok terhadap konsep diri siswa (2) mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan konsep diri tersebut.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini melibatkan 50 siswa kelas VIII MTS Aisyiyah Sungguminasa sebagai sampel, yang diambil menggunakan teknik random sampling. Instrumen yang digunakan berupa angket dengan skala Likert, dan data dianalisis melalui uji normalitas, linearitas, serta regresi sederhana dengan bantuan program SPSS 23.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan media sosial TikTok terhadap konsep diri siswa. Nilai R Square sebesar 0,435 menunjukkan bahwa sebesar 43,5% variasi dalam konsep diri siswa dipengaruhi oleh penggunaan TikTok, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Faktor-faktor yang turut memengaruhi konsep diri antara lain adalah pengalaman pribadi, citra diri, nilai dan keyakinan, serta pengaruh dari keluarga, teman sebaya, dan media sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun Tiktok dapat memberikan dampak positif dalam kreativitas dan koneksi sosial, penggunaan yang berlebihan juga akan berpotensi memicu perbandingan sosial yang negatif, sehingga perlu adanya pendampingan dan edukasi penggunaan media sosial tiktok secara bijak
Efektivitas Konseling Kelompok Teknik Role Playing Dalam Meningkatkan Kepercayaan Diri Korban Perundungan Di SMP Negeri 3 Galesong Selatan Kabupaten Takalar Annisah Nuramelia; Rukiana Novianti Putri; Syaifullah Nur
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 2 (2025): Advances In Education Journal (Oktober)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas konseling kelompok dengan teknik role playing dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa yang menjadi korban perundungan, serta bagaimana perubahan perilaku yang muncul setelah mengikuti layanan tersebut. Kepercayaan diri yang rendah akibat pengalaman perundungan dapat menghambat perkembangan sosial dan akademik siswa, sehingga diperlukan pendekatan khusus melalui layanan konseling dengan teknik role playing. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental tipe one group pre-test-post-test. Subjek dalam penelitian ini adalah 5 orang siswa kelas VII SMP Negeri 3 Galesong Selatan yang teridentifikasi sebagai korban perundungan. Pengumpulan data dilakukan melalui angket skala kepercayaan diri dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank. Hasil uji deskriptif menunjukkan bahwa sebelum layanan diberikan, sebagian besar siswa memiliki tingkat kepercayaan diri dalam kategori rendah. Setelah diberikan layanan konseling kelompok dengan teknik role playing, terjadi peningkatan kepercayaan diri yang signifikan. Hal ini diperkuat dengan hasil uji hipotesis Wilcoxon Signed Rank yang menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,043 < 0,05. Maka H1 diterima, yang berarti terdapat pengaruh signifikan antara penerapan konseling kelompok dengan teknik role playing dalam meningkatkan kepercayaan diri korban perundungan di SMP Negeri 3 Galesong Selatan