Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan yang digunakan sebagai pewarna batik, dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Responden dalam penelitian ini ditentukan secara purposive sampling. Pengetahuan masyarakat Jelmu mengenai tumbuhan yang digunakan untuk pewarna alami batik berasal dari orang tua, pengalaman dan berguru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 12 spesies tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai bahan pewarna alami batik terdiri dari 11 famili, jenis tumbuhanya yaitu jengkol (Archidendron pauciflorum (Benth.) I.C.Nielsen.), mengkudu (Morinda citrifolia L.), ulin/bulian (Eusideroxylon zwageri Teijsm & Binn.), alpukat (Persea Americana Mill.), ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.), inai (Lawsonia inermis L.), pacar air (Impatiens balsamania L.), nangka (Artocarpus heterophyllus Lamk.), duku (Lansium domestium Correa.), pisang (Musa paradisiaca L.), mangga (Mangifera indica L), dan rosella (Hibiscus sabdariffa L.) Spesies yang paling dominan digunakan adalah kulit buah jengkol (Archidendron pauciflorum (Benth.) I.C.Nielsen.). Organ tumbuhan yang digunakan sebagai pewarna alami batik terdiri dari umbi, akar, batang, daun, dan kulit buah. Bagian daun merupakan bagian tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan dengan 5 spesies tumbuhan. Pengolahan organ-organ tumbuhan tersebut dengan cara direbus dengan air mendidih. Sumber perolehan spesies tumbuhan banyak berasal dari pekarangan. Kata Kunci : Etnobotani, Pewarna Alami Batik, Kelurahan Jelmu
Copyrights © 2019