Penelitian ini bertujuan untuk: mendeskripsikan efektivitasan penggunaan metode pemecahan masalah melalui pemberian media/stimulu untuk memotivasi siswa dalam pembelajaran sejarah. Menganalisis signifikansi hubungan antara metode pemecahan masalah terhadap peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran sejarah. Mengungkapkan kendala-kendala apa saja yang mungkin dihadapi oleh guru/siswa dalam melaksanakan metode problem solving dalam pembelajaran sejarah. Dalam penelitian ini digunakan tindakan penelitian tindakan kelas (Classroon Action Research). Bentuk penelitian tindakan kelas yang dipilih adalah penelitian tindakan kelas kolaboratif partisipatoris.Berdasarkan data hasil penelitian penggunaan metode problem solving dalam pembelajaran sejarah dapat disimpulkan sebagai berikut:Pertama, penggunaan metode problem solving ternyata sangat efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa jika stimulus yang dibuat itu betul-betul mengundang kontroversi siswa, dalam arti, stimulus tersebut dapat menimbulkan pro dan kontra di kalangan siswa.Kedua, stimulus tersebut bisa lebih efektif menimbulkan dorongan/motivasi belajar kepada siswa isu yang dibuat itu merupakan isu mutakhir (terbaru) yang dimuat di berbagai media, namun materinya dikuasai siswa sehingga semua orang punya akses untuk mendapatkan informasi tersehut dan ada kecenderungan orang-orang itu tahu tentang hal tersebut.Ketiga, kendala yang timbul dari pelaksanaan metode ini adalah: tidak setiap pokok bahasan yang ada dalam GBPP, dapat dilaksanakan dengan menggunakan metode problem solving. Kecuali jika hal itu direkayasa oleh guru dengan masalah delima moral di masyarakat.Kendala lainnya adalah: penggunaan metode problem solving ini cukup menghabiskan dana bagi guru untuk membuat stimulasi yang ideal, sementara dana untuk itu tidak pernah ada dari pihak sekolah.
Copyrights © 2018