Artikel ini adalah hasil penelitian dilakukan dimasa pandemi covid-19, mengenai dampak pandemik covid-19 terhadap pelaku seni khususnya sanggar-sanggar tari yang ada di Kabupaten Gowa dan resiliensi dilakukan untuk bertahan hidup. Masalah yang dihadapi pelaku seni dimasa pandemi covid-19 adalah aktivitas sanggar tari nyaris terhenti karena adanya aturan social distancing dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berlaku di Kabupaten Gowa, kondisi tersebut berdampak pada penurunan omset pementasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan dampak dan resiliensi sanggar tari dalam menghadapi dan mengatasi kondisi selama pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, data yang dikumpulkan melalui metode observasi, wawancara terhadap objek penelitian, dan data diolah secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sanggar- sanggar tari ini melakukan berbagai cara untuk bertahan hidup, dengan melakukan berbagai aktivitas ekonomi, misalnya berjualan, bertani, dan aktivitas lainnya yang bisa menghasilkan uang. Agar aktivitas sanggar tidak terhenti, maka pimpinan sanggar tetap memberikan ruang dan aktivitas kepada anggotanya untuk berlatih dan menciptakan tari kreasi baru. Dimasa new normal dan peraturan PSBB dicabut sebagian sanggar tari sudah mulai melakukan aktivitasnya, dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dari pihak penyelenggara. Kesimpulan bahwa dampak covid-19, telah menurunkan finansial sanggar tari, untuk bertahan hidup mereka melakukan berbagai resiliensi dengan melakukan berbagai aktivitas ekonomi.
Copyrights © 2023