Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai religi dalam melattigi meada’ sebagai salah satu tradisi dalam Suku Mandar. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini merupakan orang yang terlibat langsung dalam prosesi adat melattigi meada’. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat nilai-nilai religi dalam prosesi melattigi meada’ yang dapat diketahui dari adanya unsur hubungan antara makhluk hidup dengan Tuhannya, yakni dari sikap dan tindakan yang menunjukan adanya sikap percaya terhadap Tuhan dilihat dari keterlibatan semua pihak dalam prosesi tersebut baik pelattigi’i (orang yang memberi lattigi) ataupun tonilattigi’i (orang yang diberi lattigi) yang pada dasarnya memang dimaksudkan untuk memberi do’a dan harapan terbaik untuk calon mempelai serta membersihkan diri dari segala keburukan. Selain itu juga terlihat pada proses pemberian lattigi selalu diawali oleh seorang Kadi atau imam (pemimpin dalam keagamaan) karena dianggap sebagai orang yang paham syariat agama Islam, dilanjutkan dengan tokoh-tokoh pelattigi’i lainnya. Adapun syair-syair yang disampaikan saat pertunjukan musik Rawana mengiringi pelaksanaan melattigi meada’ (keberadaan parrawana tidak bersifat wajib) bermakna harapan dan do’a agar kebaikan senantiasa membersamai seluruh pendengar utamanya tonilattigi’i (calon mempelai) dalam mengarungi bahtera kehidupan.
Copyrights © 2023