Sebuah instansi pendidikan kebebasan berpendapat yang seharusnya dimiliki oleh seluruh masyarakat sekolah dirasa kurang, seluruh masyarakat sekolah sebagai makhluk sosial terkadang tidak tercipta di sebuah instansi pendidikan. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi nilai budaya demokrasi di sekolah tidak tercipta. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Pembinaan kebebasan berpendapat dalam keseimbangan antara hak dan kewajiban (2) Pembinaan kebebasan berpendapat dalam musyawarah dan mufakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif . Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Kebebasan berpendapat dalam keseimbangan antara hak dan kewajiban di SMA Negeri Ngoro dengan memberikan kebebasan pengurus OSIS untuk menjalankan tugas namun harus mementingkan tugas sebagai seorang murid (2)Semuanya berhak mengutarakan ide untuk kelancaran dan kemajuan suatu kegiatan. Pembinaan kebebasan berpendapat dalam musyawarah dan mufakat adalah dengan tidak memaksa kehendak diri sendiri, peserta didik diajarkan untuk menghormati dan mendengarkan pendapat orang lain
Copyrights © 2023