Isu pertumbuhan penduduk yang pesat, menjadikan perubahan sistem hunian horizontal menjadi vertikal. Namun dengan perubahan tersebut apakah dapat sesuai dan menunjang kualitas hidup penghuninya, sama dengan hunian horizontal. Perubahan hunian menyebabkan mengakibatkan perbedaan kebiasaan pada hunian horizontal yang belum dapat ditinggalkan. Hal tersebut terlihat dalam sebuah apartemen utamanya pada bagian koridor, yang sering digunakan untuk berkegiatan sepertitempat bermain anak-anak karena ruang unit tidak cukup ruang bermain, ataupun menjadi ruang berbincang dengan sesama pengguna unit. Hal tersebut tidak sesuai dengan fungsi koridor yang diperuntukkan hanya untuk ruang sirkulasi. Adanya hal tersebut ruang koridor harus di perbaiki dengan menyesuaikan kebutuhan pengguna, sehingga dapat mendukung aktivitas yang tinggal di dalamnya. Oleh karena itu melalui dimensi environment pada konsep human well-being menjadikan koridor mampu untuk mendukung aktivitas pengguna yang masih dalam tahap transisi dari hunian horizontal ke hunian vertikal.
Copyrights © 2021