Pengelolaan sediaan farmasi merupakan salah satu kegiatan pelayanan kefarmasian, yang dimulai dari perencanaan, permintaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pengendalian, pencatatan dan pelaporan serta pemantauan dan evaluasi. Penyimpanan merupakan tahap dari pengelolaan obat yang berperan untuk menjaga obat agar tidak terjadi kadaluwarsa, rusak dan stock mati. Pengelolaan obat di puskesmas merupakan kegiatan penting yang dilaksanakan agar tercapainya ketersediaan obat yang baik serta mampu menjamin mutu obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan menganalisis terjadinya obat kadaluwarsa, obat rusak dan stock mati, sehingga dapat memberikan rekomendasi kebijakan untuk perbaikan pengelolaan obat. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental bersifat deskriptif evaluatif dengan metode kuantitatif. Sampel yang digunakan yaitu seluruh obat tahun 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase obat kadaluwarsa di Puskesmas Narmada sebanyak 32,7%, obat rusak sebanyak 0% yang artinya tidak di temukan obat rusak, serta stock mati sebanyak 0,6%. Hal ini menyatakan bahwa persentase obat kadaluwarsa tidak sesuai dengan indikator yang ditetapkan yaitu <1%. Obat rusak dengan persentase 0% dan stock mati dengan persentase 0,6% yang artinya sesuai dengan indikator yang ditetapkan yaitu <1%.
Copyrights © 2023