Regulasi emosi setelah putus cinta pada remaja sekolah menengah pertama. Penelitian ini bertujuan untuk melihat regulasi emosi emosi setelah putus cinta pada remaja sekolah menengah pertama. Gejala yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah regulasi emosi pada remaja sekolah menengah pertama. Karakteristik subyek yaitu: (1) remaja rentang usia 12-15 tahun. (2) remaja yang pernah pacaran atau pernah putus cinta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dimana dalam penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data yaitu wawancara. Dalam penelitian ini data diperoleh langsung dari subyek melalui wawancara mendalam, dan data direkam dengan hp, dilengkapi dengan alat tulis lainnya. Hasil wawancara kemudian dirubah dalam bentuk verbatim dari rekaman audio menjadi bentuk tertulis dan dijadikan transkip. Peneliti membaca data yang diperoleh secara berulang-ulang sehingga peneliti memahami data atau hasil yang diperoleh.Selain itu, peneliti kelompokkan berdasarkan kategori, topik, dan pola jawaban. Kemudian peneliti menyusun kerangka analisis awal untuk pedoman ketika melakukan pengkodean. Selanjutnya peneliti membaca kembali pedoman wawancara dan melakukan coding serta memilih data yang relevan dengan subyek.Kesimpulan dari hasil penelitian yaitu regulasi emosi setelah putus cinta pada remaja sekolah menengah pertama 4 subyek positif dan 2 subyek mempunyai regulasi negatif. Faktor yang mempengaruhi regulasi emosi remaja setelah putus cinta pada remaja sekolah menengah pertama yaitu jenis kelamin, kepribadian dari seseorang. Kata Kunci: Putus cinta, Regulasi emosi, Remaja
Copyrights © 2023