Transformator tenaga merupakan salah satu komponen yang sensitif dalam saluran energi listrik dan rentan terhadap gangguan baik di dalam maupun di luar transformator itu sendiri. Oleh karena itu, penting untuk memiliki sistem proteksi yang handal dan dapat bekerja secara terkoordinasi untuk melindungi transformator dengan efektif. untuk menjaga agar sistem proteksi transformator di Gardu Induk 150 kV Buduran, Sidoarjo berfungsi dengan baik dan mencegah terjadinya arus gangguan yang dapat merusak peralatan. Dalam menangani gangguan, komponen lain yang terpenting dalam sistem proteksi listrik adalah Relai Diferensial. Relai ini digunakan untuk mendeteksi dan mengisolasi gangguan arus hubung singkat. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pengaturan yang tepat pada relai diferensial. Metode penelitian ini menggunakan data yang diperoleh dari GI Buduran, Sidoarjo. Selanjutnya, dilakukan perhitungan matematis berupa nilai rasio CT, error mismatch, nilai arus sisi tegangan menengah CT, nilai arus diferensial, nilai arus restrain (penahan), perhitungan percent slope (setting kecuraman), dan yang terakhir perhitungan nilai arus setting (Iset). Dari hasil perhitungan teori didapatkan setting relai diferensial sebesar 0,2884 p.u. pada sisi tegangan tinggi dan 0,5768 p.u. pada sisi tegangan menengah. Untuk slope 1 sebesar 40 persen untuk slope 2 sebesar 80 persen. Selanjutnya, dilakukan percobaan simulasi menggunakan ETAP 12.6.0 guna mengetahui kinerja dari relai diferensial.
Copyrights © 2023