Hadi Tasmono
Universitas PGRI Adi Buana, Surabaya

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Studi Kasus Pengaturan Proteksi Rele Diferensial Transformator 1 Gardu Induk 150 kV Tanggul Fajar Sukarno Aji Pandawa; Hadi Tasmono; Reza Sarwo Widagdo
SNHRP Vol. 5 (2023): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 5 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rele diferensial pada transformator merupakan proteksi penting yang bekerja secara independen dan membutuhkan waktu respon cepat. Pengaturan yang tepat pada rele merupakan faktor kunci dalam menjaga keefektifan proteksi sistem transmisi dan meningkatkan efisiensi. Penelitian ini memanfaatkan data sekunder yang didapat dari gardu induk Tanggul digunakan sebagai dasar perhitungan matematis. Rasio transformator arus yang digunakan pada transformator memiliki konfigurasi 300:1 A pada sisi primer 150 kV, dan 2000:5 A pada sisi sekunder 20 kV. Penentuan rasio ini dilakukan berdasarkan perhitungan yang dilakukan, diperoleh nilai arus rating sebesar 254,034 A pada sisi primer 150 kV dan 1905,256 A pada sisi sekunder 20 kV. Iset yang didapatkan dari hasil perhitungan yaitu 0,0965 p.u. Namun, agar memenuhi persyaratan keselamatan yang meliputi faktor keamanan (5 persen), mismatch (4 persen), arus eksitasi (1 persen), kesalahan sadapan (10 persen), dan kesalahan CT (10 persen), Iset disesuaikan menjadi 0,3 p.u. dengan harapan bahwa pengaturan tersebut dapat berfungsi secara optimal. Berdasarkan perhitungan, diperoleh slope 1 dan slope 2 sebesar 11,8 persen dan 23,6 persen. Kurva karakteristik mengalami pergeseran, sehingga responsivitas rele akan meningkat dan memiliki toleransi yang rendah terhadap arus diferensial transien. Dalam simulasi menggunakan perangkat lunak ETAP Power Station 19.0.1, kinerja rele diferensial pada transformator 1 gardu induk Tanggul sudah benar dan menunjukkan hasil yang sesuai dengan prinsip selektivitas dalam daerah proteksi.
Studi Kasus Setting Relai Diferensial pada Transformator 2 Gardu Induk Buduran Manan Pratama; Hadi Tasmono; Reza Sarwo Widagdo
SNHRP Vol. 5 (2023): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 5 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformator tenaga merupakan salah satu komponen yang sensitif dalam saluran energi listrik dan rentan terhadap gangguan baik di dalam maupun di luar transformator itu sendiri. Oleh karena itu, penting untuk memiliki sistem proteksi yang handal dan dapat bekerja secara terkoordinasi untuk melindungi transformator dengan efektif. untuk menjaga agar sistem proteksi transformator di Gardu Induk 150 kV Buduran, Sidoarjo berfungsi dengan baik dan mencegah terjadinya arus gangguan yang dapat merusak peralatan. Dalam menangani gangguan, komponen lain yang terpenting dalam sistem proteksi listrik adalah Relai Diferensial. Relai ini digunakan untuk mendeteksi dan mengisolasi gangguan arus hubung singkat. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pengaturan yang tepat pada relai diferensial. Metode penelitian ini menggunakan data yang diperoleh dari GI Buduran, Sidoarjo. Selanjutnya, dilakukan perhitungan matematis berupa nilai rasio CT, error mismatch, nilai arus sisi tegangan menengah CT, nilai arus diferensial, nilai arus restrain (penahan), perhitungan percent slope (setting kecuraman), dan yang terakhir perhitungan nilai arus setting (Iset). Dari hasil perhitungan teori didapatkan setting relai diferensial sebesar 0,2884 p.u. pada sisi tegangan tinggi dan 0,5768 p.u. pada sisi tegangan menengah. Untuk slope 1 sebesar 40 persen untuk slope 2 sebesar 80 persen. Selanjutnya, dilakukan percobaan simulasi menggunakan ETAP 12.6.0 guna mengetahui kinerja dari relai diferensial.
Koordinasi Rele Arus Lebih Pola Non-Kaskade Pada Transformator Daya III di Gardu Induk 150 kV Tanggul Romadhoni Trio Imawan; Hadi Tasmono; Reza Sarwo Widagdo
SNHRP Vol. 5 (2023): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 5 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu fungsi utama sistem proteksi adalah mengisolasi area yang mengalami gangguan dengan segera untuk memastikan area lain yang tidak terdampak tetap beroperasi dan menjaga aliran energi listrik. Di Jember, kebutuhan listrik dipenuhi melalui beberapa Gardu Induk (GI), termasuk Gardu Induk Tanggul yang dilengkapi dengan 3 Transformator Daya ber-tegangan 150/22 kV. Transformator Daya III dilengkapi dengan sistem proteksi rele arus lebih yang bertujuan untuk mendeteksi arus gangguan yang melebihi setting arus yang ditentukan. Rele Arus Lebih ini memiliki dua pola koordinasi, yaitu koordinasi pola kaskade dan pola non-kaskade, dengan pola non-kaskade dianggap lebih optimal karena mampu memutus gangguan dengan lebih cepat. Dalam pola koordinasi kaskade, waktu pemutusan trip pada PMT incoming saat terjadi gangguan di penyulang mlokorejo adalah 1,111 detik, sedangkan pada gangguan di penyulang mojomulyo, waktu pemutusan trip PMT incoming adalah 1,7 detik. Namun, dalam koordinasi pola non-kaskade, jika terjadi kegagalan trip, CBF akan mengirim sinyal pemutusan ke rele arus lebih sisi masukan 22 kV agar bekerja dengan setelan waktu pada sisi penyulang. Akibatnya, saat terjadi gangguan di penyulang mlokorejo, PMT incoming akan trip dalam waktu total 0,594 detik, dan saat gangguan terjadi di penyulang mojomulyo, PMT incoming akan trip dalam waktu total 0,766 detik. Dengan menggunakan pola non-kaskade PMT incoming akan bekerja dengan setelan waktu pada sisi penyulang, menghasilkan waktu trip yang lebih cepat dibandingkan dengan pola kaskade sehingga keamanan transformator daya lebih terjaga.
Analisa Pembebanan Transformator di Surabaya Intercultural School Wahyu Dwi Agustian; Hadi Tasmono; Reza Sarwo Widagdo
SNHRP Vol. 5 (2023): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 5 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Listrik merupakan komponen penting dalam kehidupan. Di antara bagian-bagian listrik ini ada yang disebut transformator distribusi, yang memiliki fungsi mentransfer daya listrik dari gardu induk ke pusat beban. Kebutuhan listrik tiap tahunnya mengalami peningkatan beban, agar transformator bekerja optimal maka harus memperhatikan penyaluran ke beban. Pada saat transformator dibebani, diharapkan nilai pembebanan tidak lebih dari minimum yang dipersyaratkan, atau 80 persen. Diantisipasi bahwa nilai pembebanan setiap fasa pada pembebanan transformator (R, S, dan T) seimbang. Transformator yang digunakan untuk penyaluran tenaga listrik sering mengalami ketidakseimbangan beban, dan kondisi ketidakseimbangan ini diakibatkan oleh pembebanan yang tidak merata. Akhirnya ada arus yang melewati konduktor netral transformator yang merupakan indikasi terjadi ketidakseimbangan transformator dan menjadikan kerugian khususnya arus netral pada kawat netral transformator. Permasalahan ini dianalisis menggunakan metode kuantitatif. Hasilnya, menunjukan bahwa transformator dalam keadaan tidak seimbang dimana munculnya arus netral transformator. Persentase pembebanan transformator yaitu 43,6 persen dan ketidakseimbangan beban 10,4 persen. Oleh karena itu, arus netral yang tampak juga besar. Efisiensi transformator akan lebih besar jika ada sedikit perbedaan dalam daya yang mengalir masuk dan keluar. pemadaman listrik yang terjadi 3,807 kW maka persentasenya 0,22 persen dan efisiensi cukup besar yaitu 96,2 persen.