Indonesia sebagai salah satu Negara yang sedang berkembang masih menghadapi masalah kekurangan gizi yang cukup besar. Kurang gizi pada balita terjadi karena pada usia tersebut kebutuhan gizi lebih besar dan balita merupakan tahapan usia yang rawan gizi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor pola asuh, pengetahuan gizi ibu, pendapatan keluarga dan penyakit infeksi dengan status gizi balita melalui pendekatan Positive Deviance. Desain penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan case control kelompok kasus 30 dan kelompok kontrol 30. Kemudian dilakukan wawancara langsung melalui form kuesioner yang diberikan kepada responden. Di lakukan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi square, dengan menggunakan bantuan SPSS 25.0 dengan p = 0,05. Berdasarkan hasil penelitian, variabel pola asuh (p-value = 0,103), pengetahuan ibu (p-value = 0,195), pendapatan keluaraga (p-value = 0,006) dan penyakit infeksi (p-value = 0,021). Maka p value 0,05 adalah variabel pendapatan keluarga dan penyakit infeksi. Ada hubungan pendapatan keluarga dan penyakit infeksi dengan status gizi balita. Disarankan kepada pihak puskesmas untuk lebih memperhatikan masalah gizi yang terjadi di masyarakat dan disarankan juga ibu lebih memperhatikan asupan makanan pada balita
Copyrights © 2023