Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Tentang “Cegah Stunting Itu Penting” Dengan Pencegahan Stunting Di Desa Stabat Lama Barat Kec.Wampu Kab. Langkat Butarbutar, Astriana Fransiska; Sitanggang, Nada Irayuni
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i1.10158

Abstract

Masalah kesehatan yang dialami oleh balita di Indonesia saat ini salah satunya adalah stunting. Indonesia merupakan negara berkembang dengan angka stunting yang tinggi. Menurut WHO, batasan prevalensi stunting di suatu daerah adalah 20%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu tentang "cegah stunting itu penting" dengan pencegahan stunting. Desain penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah populasi adalah 115 bayi usia 12-59 bulan dan sampel penelitian 53. Alat ukur yang digunakan yaitu mengisi kuesioner yang diberikan kepada responden. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi square, dengan menggunakan bantuan SPSS 22.0 dengan p value 0,05. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan variabel pengetahuan ibu (p-value = 0,006) dan sikap ibu (p-value = 0,018) maka ada hubungan pengetahuan ibu dan sikap ibu tentang "cegah stunting itu penting" dengan pencegahan stunting. Disarankan kepada orang tua (ibu) pentingnya pengetahuan dan sikap seorang ibu dalam meningkatkan status gizi anaknya. Ibu diharapkan untuk membawa anak ke posyandu, menimbang dan mengukur berat badan dan tinggi badan anak, menjaga pola makan anak
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Gizi Balita Melalui Pendekatan “Positive Deviance” Di Wilayah Kerja Puskesmas Medan Tuntungan Tahun 2023 Butarbutar, Astriana Fransiska; Dakhi, Yusminar Santrian
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.7758

Abstract

Indonesia sebagai salah satu Negara yang sedang berkembang masih menghadapi masalah kekurangan gizi yang cukup besar. Kurang gizi pada balita terjadi karena pada usia tersebut kebutuhan gizi lebih besar dan balita merupakan tahapan usia yang rawan gizi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor pola asuh, pengetahuan gizi ibu, pendapatan keluarga dan penyakit infeksi dengan status gizi balita melalui pendekatan Positive Deviance. Desain penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan case control kelompok kasus 30 dan kelompok kontrol 30. Kemudian dilakukan wawancara langsung melalui form kuesioner yang diberikan kepada responden. Di lakukan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi square, dengan menggunakan bantuan SPSS 25.0 dengan p = 0,05. Berdasarkan hasil penelitian, variabel pola asuh (p-value = 0,103), pengetahuan ibu (p-value = 0,195), pendapatan keluaraga (p-value = 0,006) dan penyakit infeksi (p-value = 0,021).  Maka p value 0,05 adalah variabel pendapatan keluarga dan penyakit infeksi. Ada hubungan pendapatan keluarga dan penyakit infeksi dengan status gizi balita. Disarankan kepada pihak puskesmas untuk lebih memperhatikan masalah gizi yang terjadi di masyarakat dan disarankan juga ibu lebih memperhatikan asupan makanan pada balita
Anthropometric Measurement and Analysis of Infants and Toddlers in Laucih Village, Medan Tuntungan District in the 2026 Inkessumut Community Service Framework Agrifina, Meta; Sitepu, Riska Annisa; Butarbutar, Astriana Fransiska; Purba, Sari Saraswati; Gultom, Yohana Tetty
Outline Journal of Community Development Vol. 3 No. 3: March 2026
Publisher : Outline Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61730/rwn28847

Abstract

Nutritional problems among infants and toddlers remain a significant concern in Indonesia’s health development, particularly in areas with limited access to health information and services. This community service activity aimed to conduct anthropometric measurements as an early detection strategy for assessing the nutritional status of infants and toddlers, as well as to provide nutrition education for parents in Laucih Village, Medan Tuntungan District. The activity was carried out by lecturers and students of the Bachelor of Nutrition Study Program at the North Sumatra Institute of Health (INKESSUMUT) as part of the 2026 Community Service Program organized by the Institute for Research and Community Service (LPPM) of INKESSUMUT. The implementation method involved measuring body weight, body height/length, and mid–upper arm circumference (MUAC) of 10 toddlers using WHO-standardized measuring instruments. The collected data were analyzed using the WHO Z-score reference to determine nutritional status. In addition to anthropometric assessment, nutrition education was provided to mothers of toddlers, focusing on the importance of balanced nutrition, appropriate feeding practices, and routine growth monitoring through Posyandu services. The results showed that among the 10 toddlers assessed, 60% had normal nutritional status, while 40% were classified as being at risk of stunting. Notably, one child within the stunting-risk group was also identified as having undernutrition. These findings indicate that, although the majority of toddlers exhibited normal nutritional status, a substantial proportion remains vulnerable to growth-related nutritional problems. This underscores the need for continuous and sustainable community service initiatives with a more integrated approach, including capacity building for community health cadres and the use of local data to support targeted nutrition intervention planning.