Gangguan persepsi sensori pendengaran yaitu persepsi sensori yang diterima panca indra tanpa adanya stimulus eksternal, dengan sering meraskan keadaana yang hanya dapat dirasakan oleh dirinya sendiri atau tidak dapat dirasakan oleh orang lain. Salah satu terapi yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi gangguan persepsi sensori adalah terapi okupasi (kerajinan tangan) meronce manik-manik. Tujuan mengidentifikasi penatalaksanaan terapi okupasi; kerajinan tangan meronce manik-manik pada pasien gangguan persepsi sensori pendengaran. Desain penelitian ini adalah deskriptif kualitatif studi kasus dengan menggunakan pendekatan nursing process. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini menggunkan non-probability sampling dengan pendekatan purposive sampling. Sampel yang diambil sebanyak 3 subjek. Data Pengkajian subjek mengatakan merasa sedih, sering mendengar suara bisikan bisikan dari Tuhan, menangis, tertawa dan suara ejekan, lebih suka menyendiri, pengalaman yang tidak menyenangkan seperti kepergian suami, ditinggalkan suami kemudian bercerai, dan pembulian. Berdasarkan hasil pengamatan didapatkan data subjek tampak menyendiri, melamun, ekspresi wajah tampak kesal, menjawab dengan intonasi cepat, berbicara melantur dan pandangan melihat ke satu arah. Diagnosis keperawatan yaitu gangguan persepsi sensori berhubungan dengan gangguan pendengaran. Perencanaan keperawatan yang akan dilakukan adalah terapi okupasi meronce manik-manik. Peneliti melakukan tindakan keperawatan selama 7 kali pertemuan. Evaluasi terakhir didapatkan verbalisasi mendengar bisikan menurun, distorsi sensori menurun, perilaku halusinasis menurun, melamun menurun, respon sesuai stimulus membaik. Penatalaksanaan terapi okupasi kerajinan tangan meronce manik-manik mampu menurunkan perubahan tanda gejala pada pasien gangguan persepsi sensori pendengaran.Kata Kunci: meronce manik-manik, terapi okupasi, gangguan persepsi sensori pendengaran
Copyrights © 2023