Abstrak : Ritual To Ma' pamanta' yang sifatnya metafisik dan supranatural sulit dicerna oleh akal sehat dan selalu dipertanyakan dalam iman Kristen, maka diperlukan sebuah dialog antara budaya To Ma'pamanta' dengan 1 Raja-raja 17:1. Tujuan penelitian adalah menemukan titik temu antara budaya dan Teologi dalam konteks masyarakat Toraja. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan menggabungkan model analisis deskriptif dan analisis eksegese hermeneutik. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini yaitu menemukan titik temu antara budaya dan teologi mengenai keberadaan To Ma'pamanta’. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa titik temu antara budaya dan teologi adalah To Ma’pamanta’ dan Injil dapat dijembatani dengan melihat sisi spiritualitas kepada kekuasaan Sang Ilahi seperti Elia dalam 1 Raja-raja 17:1.
Copyrights © 2022