This study aims to explore Cash Waqf Management by the representative of BWI in South Kalimantan Province in enhancing the practice of cash waqf in South Kalimantan. This research article uses field research with a qualitative approach, employing techniques such as in-depth interviews, observation, and documentary studies. Data analysis follows Miles and Huberman's techniques. The research results indicate that the cash waqf management by the representative of BWI in South Kalimantan Province has taken into account the functions of Planning, Organizing, Actuating, and Controlling (POAC) management. However, overall management is not yet optimal, with the dominant movement being in fundraising. Investment and distribution have not progressed according to theory. There has been no significant contribution to the social and economic empowerment of the community in South Kalimantan due to a very small acquisition of funds amounting to Rp27,404,000. As a result, the funds cannot be invested and distributed to the intended recipients (mauquf ‘alaih). Despite this, management efforts and empowerment have been carried out through the initiation of programs, socialization, benchmarking, consolidation, and building relationships. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi manajemen wakaf uang dan bentuk kontribusi manajemen wakaf uang oleh Perwakilan BWI Prov. Kalsel terhadap pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan. Fokus penulisan adalah bagaimana Peran Manajemen Wakaf Uang oleh Perwakilan BWI Prov. Kalimantan Selatan dalam Meningkatkan Praktik Wakaf Uang di Kalimantan Selatan. Artikel penelitian ini menggunakan penelitian lapangan (field reseach) dengan pendekatan kualitatif. Menggunakan teknik wawancara mendalam (in depth interview), observasi, dan studi dokumentasi. Menggunakan teknik analisis data Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen wakaf uang oleh Perwakilan BWI Prov. Kalsel telah memperhatikan fungsi manajemen Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling (POAC). Secara keseluruhan manajemen belum maksimal, pergerakan dominan dilakukan pada fundraising. Investasi dan distribusi masih belum bergerak sesuai teori. Belum terdapat kontribusi pemberdayaan sosial dan ekonomi kepada masyarakat di Kalimantan Selatan karena perolehan dana sangat kecil sebesar Rp27.404.000,00, sehingga tidak dapat di investasikan dan didistribusikan kepada mauquf ‘alaih. Namun, upaya manajemen dan pemberdayaan telah dilakukan melalui pencanangan program, sosialisasi, study banding, konsolidasi, dan relasi.
Copyrights © 2023