Gaharu merupakan substansi aromatik berupa gumpalan berwarna coklat muda dan kehitaman sampai hitam, terbentuk pada lapisan kayu dari jenis Aquilaria spp. Terbatasnya mendapatkan bahan tanam dalam jumlah yang banyak dan unggul merupakan kendala utama dalam budidaya tanaman penghasil gaharu. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pemberian vitamin B1 pada media yang berbeda terhadap pertumbuhan bibit gaharu cabutan. Metode penelitian disusun menggunakan RAK Faktorial terdiri atas media tanam (M) sebanyak 2 taraf : M1 = tanah biasa, M2 = topsoil dan konsentrasi vitamin B1 LiquinoxStart@ terdiri atas B0 = 0, B1 = 2 ml/l, B2 = 4 ml/l, dan B3 = 6 ml/l. Terdapat 8 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan, sehingga diperoleh 24 unit percobaan. Parameter yang diukur terdiri atas : 1) persentase bibit yang hidup; 2) waktu muncul daun baru; 3) pertambahan jumlah daun; 4) pertambahan jumlah tunas; 5) pertambahan tinggi bibit; dan 6) pertambahan diameter pangkal batang. Data pengamatan dianalisis secara statistik dengan menggunakan uji F dan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media tanam yang berbeda (tanah biasa dan topsoil) tidak memberikan pengaruh terhadap semua peubah yang diamati. Pemberian vitamin B1 terhadap pertumbuhan bibit tanaman penghasil gaharu cabutan menghasilkan persentase hidup ysng tinggi (93,33 persen) hingga 60 hari setelah tanam, tidak berpengaruh nyata terhadap pertambahan diameter pangkal batang, kecepatan munculnya tunas baru, dan jumlah tunas, serta memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertambahan jumlah daun dan pertambahan tinggi bibit gaharu cabutan alam.
Copyrights © 2023