Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH LUAS LAHAN DAN TENAGA KERJA TERHADAP PRODUKSI KAKAO PERKEBUNAN RAKYAT DI PROVINSI ACEH Intan Alkamalia; Mawardati Mawardati; Setia Budi
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol 2, No 2 (2017): November 2017
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ag.v2i2.369

Abstract

Perkebunan merupakan salah satu sub sektor pertanian. Indonesia merupakan salah satu produsen kakao tersebar di dunia. Perkebunan kakao di Indonesia sebagian besar dikelola oleh perkebunan rakyat. Perkebunan rakyat tersebut tersebar di berbagai Provinsi salah satunya Provinsi Aceh. Pengembangan perkebunan kakao rakyat di Aceh pada tahun 2006 – 2010 mengalami peningkatan terhadap luas lahan dan jumlah petani kakao tetapi produksi dan produktivitas kakao perkebunan rakyat mengalami fluktuasi. Metode yang digunakan adalah analisis regresi dengan model fungsi produksi Cobb – Douglas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara serempak luas lahan (X1) dan tenaga kerja (X2) berpengaruh signifikan terhadap produksi kakao (Y) pada nilai probabilitas 0,000 < α = 0,01. Sedangkan secara parsial luas lahan (X1) berpengaruh signifikan terhadap produksi kakao (Y) pada nilai probabilitas 0,000 < α = 0,01 tetapi tenaga kerja (X2) tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi kakao (Y) pada nilai probabilitas 0,661 < α = 0,05. Elastisitas produksi kakao di Provinsi Aceh berada pada kondisi increasing return to scale.
PERAN PENYULUH PERTANIAN PADA PELAKSANAAN PENANGKARAN BENIH PADI DI KECAMATAN SAWANG KABUPATEN ACEH UTARA (Studi Kasus: Kelompok Penangkar Benih IPB 3S) Setia Budi; A Human Hamid; Agussabti Agussabti; Fajri Fajri
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol 1, No 2 (2016): November 2016
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ag.v1i2.764

Abstract

Peran penyuluh pertanian sangat penting dalam meningkatkan kemampuan petani  dalamm kegiatan usahataninya penangkar benih padi unggul secara local. Penelitian ini secara khusus bertujuan untuk; (1) mengetahui peran  penyuluh  pertanian dalam kegiatan penyuluhan kepada petani penangkar benih IPB 3S di Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Utara, (2) mengetahui persepsi petani terhadap peran penyuluh dalam proses pelaksanaan penyuluhan pertanian  kepada petani penangkar benih. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini metode penelitian kualitatif studi kasus pada kelompok penangkar benih IPB 3S yang pengolahan datanya melalui statistif non parametric dengan pengukuran data mengunakan skala likert.Hasil penelitian menunjukkan peran penyuluh pertanian  yang sangat dirasakan oleh petani penangkar benih secara berurutan meliputi; (1) peran penyuluh dalam melakukan pelatihan budidaya, (2) peran penyuluh dalam penguatan kelompok, (3) peran penyuluh sebagai pihak penghubung antara petani penangkar dengan pihak luar (mitra usaha),serta (4) peran penyuluh pertanian perecanaan dan pengawasan program penangkaran benih. Pesepsi petani penangkar terhadap peran penyuluh dalam tahapan proses penyuluhan pertanian pada pelaksanaan penyuluhanan pertanian secara berurutan meliputi; (1) kesesuaian materi penyuluhan, (2) intensitas pelaksanaan penyuluhan, (3) kesesuaian metoda penyuluhan dan (4)  ketepatan pengunaan media.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Garam Di Desa Matang Tunong Suryati Suryati; Fadli Jalil; Setia Budi
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol 1, No 1 (2016): April 2016
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ag.v1i1.1083

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi garam di Desa Matang Tunong Kabupaten Aceh Utara. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai determinasi (R2) adalah 0,919 berarti 91,9%  luas lahan (X1), bibit garam (X2), tenaga kerja (X3), mampu menjelaskan variasi produksi garam, sedangkan sisanya 9,59% lagi diterangkan oleh variabel lain di luar model.Bibit garam (X2)  berpengaruh nyata terhadap pendapatan petani garam (Y) karena nilai signifikan t lebih kecil dari alpha yaitu 0,000 < 0,01. Koefisien regresi sebesar 0.687, dapat diartikan bahwa penambahan bibit garam sebesar 1 kg maka akan meningkatkan produksi petani garam sebesar Rp. 0.687, rata-rata petani garam menggunakan bibit garam sebanyak 23 kg
PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI BUDIDAYA TANAMAN JERNANG (DAEMONOROP SPP) DI DESA TEUPIN REUSEP KECAMATAN SAWANG KABUPATEN ACEH UTARA Fridayanti, Nelly; Yusuf, Muhamad; Budi, Setia; Lukman, Lukman
Jurnal Vokasi Vol 8, No 1 (2024): Maret
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v8i1.4688

Abstract

Rotan jernang (Daemonorops spp) termasuk salah satu jenis tanaman  dari keluarga Arecaceae yang bernilai jual tinggi karena pada kulit buah muda menempel atau terdapat gatah yang mengandung resin. Tujuan pelaksanaan pengabdian ini adalah sebagai transfer ilmu pengetahuan dan inovasi hasil penelitian yang telah didapatkan dari hasil-hasil penelitian khususnya dalam Teknik budidaya tanaman jernang mulai dari penyediaan benih/bibit, Teknik budidaya, panen, pengolahan pasca panen hingga pemasaran.  Metode yang dilakukan adalah dengan perpaduan antara teori 25% dan praktek langsung di lapangan 75%. Peserta yang iku dalam kegiatan ini adalah anggota kelompok tani pecinta jernang Gampong Teupin Reusep Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Utara sebanyak 20 orang. Hasil yang diperoleh adalah terjadi peningkatan pemahaman pengetahuan khususnya dalam teknik budidaya mulai dari perkecambahan dan pembibita, teknik budidaya, tekanik panen dan pasca panen serta pengolahan hasil dan teknik pemasaran berdasarkan hasil pre-test dan post-test dengan nilai rata-rata 25% untuk semua variable yang dievaluasi.
Peran Lembaga Adat Keujruen Blang Pada Usaha Tani Padi Sawah di Kabupaten Aceh Utara Budi, Setia; Wardah, Eva
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol. 6 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ag.v6i1.4995

Abstract

Keujruen Blang merupakan lembaga adat yang mengakar dalam kehidupan petani di Provinsi Aceh. Keberadaannya menjadi mitra strategis  pemerintah dalam kegiatan pembangunan, khususnya pemberdayaan petani padi sawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Keujruen Blang pada kegiatan usaha tani  padi sawah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan studi kasus melalui pendekatan deskriptif kualitatif, Pengolahan data dilakukan dengan statistik nonparametrik dan pengukuran data menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan keberadaan Keujruen Blang masih dirasakan perannya oleh masyarakat tani padi sawah dalam hal; (1)mengatur pembagian air ke sawah petani, (2)menentukan dan mengoordinir jadwal  turun ke sawah, (3) menyelesaikan sengketa antara petani padi sawah (4)mengoordinasikan khanduri blang (5)menyosialisasikan dan memberikan sanksi kepada petani yang melanggar hukum adat serta (6) mengutip iuran  pada masyarakat tani padi sawah. Keterlibatan aktif para Keujruen Blang sangat diperlukan mulai dari merumuskan rencana, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi dari kegiatan usaha tani pada masyarakat tani padi sawah di Kabupaten Aceh Utara
Peranan Koperasi Dalam Pengembangan Sistem Agribisnis Kakao (Studi Kasus: Koperasi Perkebunan Kakao Bireuen) Jamil, Muhammad; Budi, Setia
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol. 7 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ag.v7i1.11613

Abstract

There is still great potential for the development of cocoa plants in Kabupaten Bireuen is a great opportunity to improve cocoa agribusiness in a sustainable, one of them is through institutional roles. However, the Kabupaten Bireuen government still has several problems in running the cocoa agribusiness system starting from the upstream subsystem to support services. Problems in the upstream subsystem and farming, namely farmers have not been able to fully implement the frequent harvest system, pruning, sanitizing and fertilizing (PsPSP) as well as fermentation. Even though the Bireuen Cocoa Plantation Cooperative has provided trainings related to the PsPSP system and the fermentation. This study aims to determine the cocoa agribusiness system in Kabupaten Bireuen and to find out the role of the Cocoa Plantation Cooperative that has been carried out so far. The sample criteria in this study were 34 cocoa farmers who were active members of the Bireuen Cocoa Plantation Cooperative. Data analysis in this study used a qualitative descriptive method with data measurement using a Likert scale.  The  results  showed  that  the  cocoa  agribusiness  system  in  Kabupaten Bireuennot well integrated, while in general the role of cooperatives in the development  of  the  cocoa  agribusiness  system  is  large  with  an  index  value  of 69.92%.The role of cooperatives in aid distribution activities is categorized as large with an index value of 73.94%,training activities have a big role with the category 79.65%, mentoring activities have a big role with an index value of 67.12% and the collection of results has a small role with an index value of 58.97%.
PENGEMBANGAN KELOMPOK TANI PADI SAWAH OLEH PENYULUH PERTANIAN DI DESA SIDOREJO KECAMATAN GUNUNG MERIAH KABUPATEN ACEH SINGKIL Nazariah, Nazariah; Fakhrizal, Fakhrizal; Budi, Setia; Elfiana, Elfiana
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol. 6 No. 2 (2021): November 2021
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ag.v6i2.11906

Abstract

Obyek penelitian ini adalah petani padi sawah yang menjadi anggota kelompok tani yang dibina oleh penyuluh pertanian di Desa Sidorejo Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana penyuluh pertanian mengembangkan kelompok tani padi sawah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengukuran menggunakan skala Likert. Beberapa item pertanyaan disusun dalam kuesioner dan setiap pertanyaan diberi skor yang akan di pilih oleh responden. Hasil penelitian yaitu dalam mengembangkan kelompok tani di Desa Sidorejo Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil penyuluh pertanian berperan motivator, komunikator, edukator dan organisator.
PERAN DANA GAMPONG DALAM PEMBANGUNAN PERTANIAN DI KABUPATEN ACEH UTARA Budi, Setia Budi
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol. 8 No. 2 (2023): November 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ag.v8i2.13578

Abstract

Village funds are funds sourced from the state budget (APBN) which are prioritized for the implementation of development and community development based on the potential in the village. prioritized for the implementation of development and community development based on the potential that exists in the village. Muara Batu Sub-district is one of the recipients of the village fund or the largest ceiling, has a large agricultural area, the majority of the farming community work as farmers but the initial survey of village funds for agriculture was only a small part realized in North Aceh District. Gampong Cot Trueng, Meunasah Baro, Teupin Banja are the highest, medium and lowest ceiling recipients selected as research areas. This study aims to determine the contribution of gampong funds in agricultural development in Muara Batu sub-district and to identify the role of gampong funds in agricultural development in Muara Batu sub-district. The analysis method used is descriptive qualitative. The results showed that the role of gampong funds in agricultural development in 2018 contributed 42%, in 2019 contributed 11%, in 2020 contributed 44%, and the identification of the role of gampong funds in agricultural development in 2020 contributed 44%. 2020 contributed 44%. and identification of the role of village funds in agricultural development, namely procurement of seeds, procurement of fertilizers, procurement of agricultural capital, training of horticultural crops, construction of irrigation channels, construction of tertiary channels, construction of farm roads, construction of agricultural centers. The contribution and identification of the role of village funds in agricultural development was able to increase rice production from 7.2 tons/ha to 8.5 tons/ha.
IDENTIFICATION OF CONSTRAINTS AND THE ROLE OF EXTENSION WORKERS IN INNOVATION IN WELTH RICE CULTIVATION IN THE RESPONSE TO CLIMATE CHANGE IN NORTH ACEH DISTRICT Setia Budi; Eva Wardah; Nopri Yanto
International Journal of Economic, Business, Accounting, Agriculture Management and Sharia Administration (IJEBAS) Vol. 5 No. 4 (2025): August
Publisher : CV. Radja Publika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/ijebas.v5i4.3934

Abstract

Climate change has affected rice productivity in North Aceh Regency, characterized by rainfall fluctuations, increased temperatures, and disruption of agricultural ecosystems. This study aims to identify obstacles faced by farmers in implementing innovations in rice cultivation and analyze the role of agricultural extension workers in supporting adaptation to climate change. The method used in this study was a survey method with qualitative descriptive analysis of 80 respondents in North Aceh Regency. The results showed that the main obstacles included limited adaptive superior seeds (86.56%), availability of irrigation water (80.63%), and low climate literacy (78.24%). The role of adaptive extension workers was assessed as "instrumental" with an average index value of 69.71%, the highest score for the extension worker variable as an innovator (78.63%) and extension workers as educators with an index value of (75.08%). The results of this study emphasize the importance of extension workers as agents of change in terms of technology transfer, climate education, and facilitating access to resources. Community-based extension strategies and participatory approaches have proven effective in increasing farmers' adaptive capacity. The importance of strengthening the role of extension workers through training, policy support, and cross-sector collaboration to accelerate the adoption process of innovations in rice cultivation that are resilient to climate change.
PELATIHAN DAN PENERAPAN INOVASI POLA TANAM JAJAR LEGOWO DI GAMPONG PULOE IBOH KECAMATAN KUTA MAKMUR Budi, Setia; Wardah, Eva
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 5, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Kuta Makmur Kabupaten Aceh Utara, merupakan salah satu sentra produksi padi sawah yang berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan daerah. Namun, produktivitas padi di wilayah ini masih tergolong rendah akibat penerapan teknik budidaya yang belum optimal. Salah satu teknologi yang terbukti mampu meningkatkan hasil panen adalah pola tanam jajar legowo, yaitu sistem penanaman padi dengan pengaturan jarak tertentu sehingga memungkinkan intensitas cahaya, sirkulasi udara, dan ruang tumbuh tanaman menjadi lebih baik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petani dalam menerapkan pola tanam jajar legowo secara tepat dan berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, demonstrasi lapangan, dan pendampingan teknis langsung pada lahan dem-plot. Peserta kegiatan adalah kelompok tani Tuah Meugo Gampong Pulo iboh  Kecamatan Kuta Makmur yang secara sukarela mengikuti pelatihan. Materi pelatihan mencakup teori dan praktik pengaturan jarak tanam, teknik persemaian, pemeliharaan tanaman, hingga panen. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa pola tanam jajar legowo diterima sangat baik oleh petani, dengan indeks keuntungan relatif 88,74% dan tingkat kesesuaian 80,03%. Teknologi pola tanam jajar legowo dinilai mudah diuji coba (80,72%) meskipun tingkat kerumitan awal 65,40%. Pelatihan pola tanam jajar legowo meningkatkan pengetahuan (85,43%), ketrampilan (87,86%), dan perubahan sikap petani (82,72%) , serta memberi dampak sosial melalui peningkatan interaksi dan kerja sama( 83,26%). Kegiatan ini diharapkan menjadi pemicu adopsi teknologi jajar legowo secara luas di wilayah Kuta Makmur sehingga produktivitas padi sawah dapat meningkat dan ketahanan pangan daerah semakin terjaga. Keberlanjutan program memerlukan dukungan pemerintah daerah, penyuluh pertanian, serta kolaborasi antar  petani untuk berbagi pengalaman dan hasil penerapan teknologi jajar legowo pada kegiatan usahatani padi sawah