Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH LUAS LAHAN DAN TENAGA KERJA TERHADAP PRODUKSI KAKAO PERKEBUNAN RAKYAT DI PROVINSI ACEH Intan Alkamalia; Mawardati Mawardati; Setia Budi
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol 2, No 2 (2017): November 2017
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ag.v2i2.369

Abstract

Perkebunan merupakan salah satu sub sektor pertanian. Indonesia merupakan salah satu produsen kakao tersebar di dunia. Perkebunan kakao di Indonesia sebagian besar dikelola oleh perkebunan rakyat. Perkebunan rakyat tersebut tersebar di berbagai Provinsi salah satunya Provinsi Aceh. Pengembangan perkebunan kakao rakyat di Aceh pada tahun 2006 – 2010 mengalami peningkatan terhadap luas lahan dan jumlah petani kakao tetapi produksi dan produktivitas kakao perkebunan rakyat mengalami fluktuasi. Metode yang digunakan adalah analisis regresi dengan model fungsi produksi Cobb – Douglas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara serempak luas lahan (X1) dan tenaga kerja (X2) berpengaruh signifikan terhadap produksi kakao (Y) pada nilai probabilitas 0,000 < α = 0,01. Sedangkan secara parsial luas lahan (X1) berpengaruh signifikan terhadap produksi kakao (Y) pada nilai probabilitas 0,000 < α = 0,01 tetapi tenaga kerja (X2) tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi kakao (Y) pada nilai probabilitas 0,661 < α = 0,05. Elastisitas produksi kakao di Provinsi Aceh berada pada kondisi increasing return to scale.
PERAN PENYULUH PERTANIAN PADA PELAKSANAAN PENANGKARAN BENIH PADI DI KECAMATAN SAWANG KABUPATEN ACEH UTARA (Studi Kasus: Kelompok Penangkar Benih IPB 3S) Setia Budi; A Human Hamid; Agussabti Agussabti; Fajri Fajri
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol 1, No 2 (2016): November 2016
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ag.v1i2.764

Abstract

Peran penyuluh pertanian sangat penting dalam meningkatkan kemampuan petani  dalamm kegiatan usahataninya penangkar benih padi unggul secara local. Penelitian ini secara khusus bertujuan untuk; (1) mengetahui peran  penyuluh  pertanian dalam kegiatan penyuluhan kepada petani penangkar benih IPB 3S di Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Utara, (2) mengetahui persepsi petani terhadap peran penyuluh dalam proses pelaksanaan penyuluhan pertanian  kepada petani penangkar benih. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini metode penelitian kualitatif studi kasus pada kelompok penangkar benih IPB 3S yang pengolahan datanya melalui statistif non parametric dengan pengukuran data mengunakan skala likert.Hasil penelitian menunjukkan peran penyuluh pertanian  yang sangat dirasakan oleh petani penangkar benih secara berurutan meliputi; (1) peran penyuluh dalam melakukan pelatihan budidaya, (2) peran penyuluh dalam penguatan kelompok, (3) peran penyuluh sebagai pihak penghubung antara petani penangkar dengan pihak luar (mitra usaha),serta (4) peran penyuluh pertanian perecanaan dan pengawasan program penangkaran benih. Pesepsi petani penangkar terhadap peran penyuluh dalam tahapan proses penyuluhan pertanian pada pelaksanaan penyuluhanan pertanian secara berurutan meliputi; (1) kesesuaian materi penyuluhan, (2) intensitas pelaksanaan penyuluhan, (3) kesesuaian metoda penyuluhan dan (4)  ketepatan pengunaan media.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Garam Di Desa Matang Tunong Suryati Suryati; Fadli Jalil; Setia Budi
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol 1, No 1 (2016): April 2016
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ag.v1i1.1083

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi garam di Desa Matang Tunong Kabupaten Aceh Utara. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai determinasi (R2) adalah 0,919 berarti 91,9%  luas lahan (X1), bibit garam (X2), tenaga kerja (X3), mampu menjelaskan variasi produksi garam, sedangkan sisanya 9,59% lagi diterangkan oleh variabel lain di luar model.Bibit garam (X2)  berpengaruh nyata terhadap pendapatan petani garam (Y) karena nilai signifikan t lebih kecil dari alpha yaitu 0,000 < 0,01. Koefisien regresi sebesar 0.687, dapat diartikan bahwa penambahan bibit garam sebesar 1 kg maka akan meningkatkan produksi petani garam sebesar Rp. 0.687, rata-rata petani garam menggunakan bibit garam sebanyak 23 kg
PERFORMANCE ANALYSIS OF AGRICULTURAL EXTENDERS IN NORTH ACEH DISTRICT Aini, Nur; Wardah, Eva; Budi, Setia; Zahara, Hafni
Jurnal Mahasiswa Agribisnis Vol. 2 No. 2 (2024): January
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jma.v2i2.15390

Abstract

The performance of agricultural extension workers is the result of work achieved by agricultural extension officers in North Aceh Regency in accordance with the duties and responsibilities given to him for the achievement of agricultural extension goals that have been set. This study aims to analyze the performance of agricultural extensionists in North Aceh district and to determine the relationship of extension characteristics with the performance of agricultural extension in North Aceh Regency. The analysis method used is descriptive qualitative and quantitative. The results showed that the performance of agricultural extension is in North Aceh District was very good with an average index value of 81.32%. There are two significant relationships between the characteristics of extension, namely the age and working period of the extension with the performance of extension workers at the stage of agricultural extension preparation with a significant value below 0.05 which is 0.039. The correlation coefficient is negative (-) which means that there is an indirect relationship between the age and working life of the extension and the performance of the extension.Keywords: Performance, Agricultural Extension, farmers
BUSINESS ANALYSIS, DISTRIBUTION AND INCOME CONTRIBUTION OF THATCH LEAF ROOF WEAVERS IN THATCH LEAF ROOFING BUSINESS IN BLANG CUT VILLAGE PEUSANGAN DISTRICT BIREUEN REGENCY Elyza, Elyza; Wardah, Eva; Kembaren, Emmia Tambarta; Budi, Setia
Jurnal Mahasiswa Agribisnis Vol. 3 No. 1 (2024): July
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jma.v3i1.17988

Abstract

The presence of the thatch leaf woven roof agroindustry in the midst of rural community life is aimed at expanding employment opportunities for the surrounding community and can increase the income of entrepreneurs and weavers. Mr. Syukri's thatched roof woven business, located in Blang Cut Village, Peusangan District, Bireuen Regency, which was built in 2011, is a small business that has developed the potential of natural resources through weaving thatched leaves into house roofs. The roof made from thatch definitely increases the income of the weavers which can be used to meet household needs. This research aims to analyze the business, distribution and contribution of thatch leaf roof weavers' income to family income. This research uses primary data and secondary data. The data analysis method used is quantitative analysis using the Gini index analysis tool. The results of the research show that the profit obtained in one production process in Mr Syukri's thatched roof woven business is IDR 14.409.253/production. Meanwhile, the average income of thatch leaf roof weavers is IDR. 229.076 / month. The income distribution of thatch leaf roof weavers is at a low level of income inequality with a Gini Ratio Index of 0,09, which means that the income of thatch leaf roof weavers is fairly evenly distributed to meet household needs. The contribution of thatch leaf roof weavers' income to family income is 16,42%, meaning that the contribution of thatch leaf roof woven craftsmen's income to the income of small families is ‰¤ 50%. Keywords: business analysis, income contribution, income distribution, leaf roofing
Pelatihan Pemanfaatan Burung Hantu dalam Pengendalian Hama Tikus Padi Sawah di Kabupaten Pidie Jaya Budi, Setia; Wardah, Eva
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 4, No 3 (2024): Desember 2024
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan musuh alami melalui inovasi Rumah Burung Hantu (Rubuha) sebagai metode pengendalian hama tikus pada lahan padi sawah di Kabupaten Pidie Jaya telah diperkenalkan. Namun, penerapannya menghadapi kendala, termasuk belum optimalnya prosedur pelaksanaan. Pelatihan ini bertujuan untuk (1) mensosialisasikan  inovasi Rubuha kepada Petani padi sawah dalam pengendalian hama tikus (2) Pelatihan Pembuatan struktur Rumah Burung hantu yang sesuai. Metode Pengabdian  menggunakan pendekatan teori dan praktek langsung dengan komposisi 30% teori dan 70% praktek langsung kepada 40 petani padi sawah. Analisis data pengabdian dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa petani sangat antusias mengikuti kegiatan sosialisasi  Rubuha dalam pengendalian hama tikus padi sawah. Pelatihan Pembuatan rumah burung hantu dengan cara praktek langsung memberikan peningkatan pengetahuan dan ketrampilan petani untu penerapan inovasi Rubuha secara tepat dan efektif dalam pengendalian hama tikus padi sawah. Kegiatan pelatihan pembuatan rumah burung hantu sangat perlu diperkenalkan sumberdaya dilingkungan petani yang bisa dimanfaatkan untuk struktur  Rubuha yang lebih terjangkau dari segi biayanya oleh para petani. Hal ini masih dirasakan perlu dukungan pemerintah dalam kegiatan pedampingan dan pelatihan lanjutan untuk memastikan terjadinya  peningkatan kemampuan petani dalam penerapan inovasi rubuhan dalam pengendalian hama tikus padi sawah.
ACEH FRIED SAMBAL BUSINESS DEVELOPMENT STRATEGY DURING THE COVID-19 PANDEMIC IN GAMPONG MEUNASAH LHOK MEUREUDU DISTRICT PIDIE JAYA DISTRICT Damayanti, Ori; Budi, Setia; Sinta, Irada
Jurnal Mahasiswa Agribisnis Vol. 2 No. 2 (2024): January
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jma.v2i2.21104

Abstract

The development of agricultural-based industries is very strategic to be used as the government of Indonesia. Because this industry generally relies on agricultural resources that are not durable, easy, and seasonal. Agroindustry has a strategic role in efforts to fulfill basic needs, expansion of employment opportunities, domestic production empowerment, foreign exchange acquisition and improvement in the economy of the people in the countryside. This research aims to formulate a development strategy that can be implemented or carried out by Usaha Aceh Sambal Goreng in Meunasah Lhok Village, Meureudu District, Pidie Jaya Regency. Data used in the form of primary data and secondary data. The data analysis method used is a qualitative descriptive method, then the formulation of the strategies using SWOT analysis, the results of the study show that the Usaha Aceh Sambal Goreng has the strength and opportunity to be developed. Based on the results of the SWOT diagram analysis, the value of X > 0 is 1.65 and Y > 0 is 0.78. the position of the business based on the SWOT matrix is in the quadrant 1. The results of the SWOT matrix analysis produce 9 alternative strategies.
PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI BUDIDAYA TANAMAN JERNANG (DAEMONOROP SPP) DI DESA TEUPIN REUSEP KECAMATAN SAWANG KABUPATEN ACEH UTARA Fridayanti, Nelly; Yusuf, Muhamad; Budi, Setia; Lukman, Lukman
Jurnal Vokasi Vol 8, No 1 (2024): Maret
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v8i1.4688

Abstract

Rotan jernang (Daemonorops spp) termasuk salah satu jenis tanaman  dari keluarga Arecaceae yang bernilai jual tinggi karena pada kulit buah muda menempel atau terdapat gatah yang mengandung resin. Tujuan pelaksanaan pengabdian ini adalah sebagai transfer ilmu pengetahuan dan inovasi hasil penelitian yang telah didapatkan dari hasil-hasil penelitian khususnya dalam Teknik budidaya tanaman jernang mulai dari penyediaan benih/bibit, Teknik budidaya, panen, pengolahan pasca panen hingga pemasaran.  Metode yang dilakukan adalah dengan perpaduan antara teori 25% dan praktek langsung di lapangan 75%. Peserta yang iku dalam kegiatan ini adalah anggota kelompok tani pecinta jernang Gampong Teupin Reusep Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Utara sebanyak 20 orang. Hasil yang diperoleh adalah terjadi peningkatan pemahaman pengetahuan khususnya dalam teknik budidaya mulai dari perkecambahan dan pembibita, teknik budidaya, tekanik panen dan pasca panen serta pengolahan hasil dan teknik pemasaran berdasarkan hasil pre-test dan post-test dengan nilai rata-rata 25% untuk semua variable yang dievaluasi.
Peran Lembaga Adat Keujruen Blang Pada Usaha Tani Padi Sawah di Kabupaten Aceh Utara Budi, Setia; Wardah, Eva
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol. 6 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ag.v6i1.4995

Abstract

Keujruen Blang merupakan lembaga adat yang mengakar dalam kehidupan petani di Provinsi Aceh. Keberadaannya menjadi mitra strategis  pemerintah dalam kegiatan pembangunan, khususnya pemberdayaan petani padi sawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Keujruen Blang pada kegiatan usaha tani  padi sawah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan studi kasus melalui pendekatan deskriptif kualitatif, Pengolahan data dilakukan dengan statistik nonparametrik dan pengukuran data menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan keberadaan Keujruen Blang masih dirasakan perannya oleh masyarakat tani padi sawah dalam hal; (1)mengatur pembagian air ke sawah petani, (2)menentukan dan mengoordinir jadwal  turun ke sawah, (3) menyelesaikan sengketa antara petani padi sawah (4)mengoordinasikan khanduri blang (5)menyosialisasikan dan memberikan sanksi kepada petani yang melanggar hukum adat serta (6) mengutip iuran  pada masyarakat tani padi sawah. Keterlibatan aktif para Keujruen Blang sangat diperlukan mulai dari merumuskan rencana, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi dari kegiatan usaha tani pada masyarakat tani padi sawah di Kabupaten Aceh Utara
Peranan Koperasi Dalam Pengembangan Sistem Agribisnis Kakao (Studi Kasus: Koperasi Perkebunan Kakao Bireuen) Jamil, Muhammad; Budi, Setia
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol. 7 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ag.v7i1.11613

Abstract

There is still great potential for the development of cocoa plants in Kabupaten Bireuen is a great opportunity to improve cocoa agribusiness in a sustainable, one of them is through institutional roles. However, the Kabupaten Bireuen government still has several problems in running the cocoa agribusiness system starting from the upstream subsystem to support services. Problems in the upstream subsystem and farming, namely farmers have not been able to fully implement the frequent harvest system, pruning, sanitizing and fertilizing (PsPSP) as well as fermentation. Even though the Bireuen Cocoa Plantation Cooperative has provided trainings related to the PsPSP system and the fermentation. This study aims to determine the cocoa agribusiness system in Kabupaten Bireuen and to find out the role of the Cocoa Plantation Cooperative that has been carried out so far. The sample criteria in this study were 34 cocoa farmers who were active members of the Bireuen Cocoa Plantation Cooperative. Data analysis in this study used a qualitative descriptive method with data measurement using a Likert scale.  The  results  showed  that  the  cocoa  agribusiness  system  in  Kabupaten Bireuennot well integrated, while in general the role of cooperatives in the development  of  the  cocoa  agribusiness  system  is  large  with  an  index  value  of 69.92%.The role of cooperatives in aid distribution activities is categorized as large with an index value of 73.94%,training activities have a big role with the category 79.65%, mentoring activities have a big role with an index value of 67.12% and the collection of results has a small role with an index value of 58.97%.