Dampak media sosial berkembang pesat. Media sosial telah memungkinkan desa-desa yang paling terpencil sekalipun untuk memiliki akses ke dunia secara luas. Jangkauan berita yang disebarluaskan melalui media sosial tidak bisa dipungkiri sangat luas. Saat ini, media sosial digunakan tidak hanya untuk berhubungan dengan orang lain, tetapi juga untuk menyebarkan ide dan opini. Meningkatnya jumlah orang yang menggunakan media sosial telah menyebabkan lebih banyak variasi orang dan perspektif yang dibagikan. Media sosial memudahkan untuk terhubung dengan orang-orang dari seluruh dunia, tidak hanya dengan orang Indonesia lainnya (yang juga multibahasa). Ketidaksepakatan dapat muncul dari keragaman perspektif ini karena perbedaan latar belakang budaya dan agama. Untuk memerangi intoleransi di platform media sosial, diperlukan regulasi yang lebih ketat. Dalam kasus intoleransi, konflik yang melibatkan agama sangat sensitif dan mudah diselesaikan. Konten dan komentar yang ada di platform media sosial penuh dengan contoh intoleransi beragama. Mempertahankan kesopanan dalam komunitas online membutuhkan jalur komunikasi yang terbuka. Hindari konflik keyakinan agama melalui dialog terbuka. Jangan mengambil risiko menyinggung orang di media sosial dengan membahas agama.
Copyrights © 2023