Dalam pemberitaan di berbagai media baik media sosial maupun media massa, berita terkait tentang penghentian Tv analog ke Tv digital sangat menggemparkan masyarakat. Hal ini mengakibatkan adanya komentar-komentar yang dihadirkan oleh masyarakat diberbagai media sosial dan melahirkan tutur bahasa yang tidak santun dalam berkomentar terkait dengan perpindahan Tv Analog ke Tv Digital. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola bertutur direktif warganet dalam media sosial Twitter @detikcom dan @kemkominfo mengenai penghentian Tv analog penelitian ini. Metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Pendekatan pragmatik berarti mempelajari hubungan antara konteks luar bahasa dan maksud tuturan melalui penafsiran terhadap situasi penuturnya. Sumber data yang digunakan berupa tuturan direktif dalam komentar masyarakat di media sosial Twitter @detikcom dan @kemkominfo dengan menggunakan teori tindak tutur direktif Searle. Hasil penelitian ditemukan ada empat jenis tindak tutur direktif pada komentar waarganet di media sosial Twitter @detikcom dan @kemkominfo mengenai penghentian Tv analog; Pertama, tuturan direktif perintah sebanyak (2 data); Kedua, tuturan direktif permintaan sebanyak (5 data); Ketiga, tuturan direktif kritikan sebanyak (14 data) hal ini menjadikan tuturan direktif kritikan menjadi tuturan yang paling mendominasi; Keempat, tuturan direktif nasihat sebanyak (9 data).
Copyrights © 2023