Mahasiswa akan memahami keberadaan yang lebih realistis sepanjang usia ini, termasuk semua yang harus mereka hadapi. Tugas-tugas yang harus dikerjakan mahasiswa juga akan semakin menantang begitu mereka beranjak dari semester ke semester. Tujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis hubungan antara tingkat stress, depresi dan kecemasan mahasiswa FKM UINSU. Desain penelitian ini meliputi metode deskriftif. Teknik pengelompokkan data yang dipakai yaitu melalui pengisian kuesioner oleh mahasiswa FKM UINSU. Pengukuran memakai alat ukur Depression Anxiety Stress Scale (DASS 42). Terdapat 13 (26 %) memiliki stress yang normal. Sebanyak 19 (38%) mahasiswa memilih stress ringan, 8 (16%) mengalami stress sedang. Selebihnya 7 mahasiswa (14%) mengidap stress yang berat, dan 3 responden (6%) mempunyai stress sangat berat. 3 (6%) mahasiswa merasakan kecemasan dalam kategori normal saat menghadapi ujian akhir semester 22 (44%) mahasiswa megalami cemas kategori ringan, 19 (38%) mengalami cemas tingkat sedang dan 6 (12%) mengalami cemas tingkat sangat berat. 10 (20%) mahasiswa merasakan depresi dalam kategori normal saat menghadapi ujian akhir semester, 31 (62%) mahasiswa megalami depresi kategori ringan. 4 (8%) mengalami depresi tingkat sedang dan 5 (10%) mengalami depresi tingkat sangat berat. Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UINSU dalam menghadapi ujian akhir semester memperlihatkan tingkat stress tingkat stres, kecemasan, dan depresi yang paling umum adalah tingkat stres, kecemasan, dan depresi normal.
Copyrights © 2023