Nadila Chairani
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IDENTIFIKASI TINGKAT STRESS, KECEMASAN DAN DEPRESI MAHASISWA/I FKM UINSU MENGHADAPI UJIAN AKHIR SEMESTER Nofi Susanti; Aprilia Putri Batubara; Desi Amanda Sari; Nadila Chairani; Rahmadani Sagala; Tasya Salsabila
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.16494

Abstract

Mahasiswa akan memahami keberadaan yang lebih realistis sepanjang usia ini, termasuk semua yang harus mereka hadapi. Tugas-tugas yang harus dikerjakan mahasiswa juga akan semakin menantang begitu mereka beranjak dari semester ke semester. Tujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis hubungan antara tingkat stress, depresi dan kecemasan mahasiswa FKM UINSU. Desain penelitian ini meliputi metode deskriftif. Teknik pengelompokkan data yang dipakai yaitu melalui pengisian kuesioner  oleh mahasiswa FKM UINSU. Pengukuran memakai alat ukur Depression Anxiety Stress Scale (DASS 42). Terdapat 13 (26 %) memiliki stress yang normal. Sebanyak 19 (38%) mahasiswa memilih stress ringan, 8 (16%) mengalami stress sedang. Selebihnya 7 mahasiswa (14%) mengidap stress yang berat, dan 3 responden (6%) mempunyai stress sangat berat. 3 (6%) mahasiswa merasakan kecemasan dalam kategori normal saat menghadapi ujian akhir semester 22 (44%) mahasiswa megalami cemas kategori ringan, 19 (38%) mengalami cemas tingkat sedang dan 6 (12%) mengalami cemas tingkat sangat berat. 10 (20%) mahasiswa merasakan depresi dalam kategori normal saat menghadapi ujian akhir semester, 31 (62%) mahasiswa megalami depresi kategori ringan. 4 (8%) mengalami depresi tingkat sedang dan 5 (10%) mengalami depresi tingkat sangat berat. Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UINSU dalam menghadapi ujian akhir semester memperlihatkan tingkat stress tingkat stres, kecemasan, dan depresi yang paling umum adalah tingkat stres, kecemasan, dan depresi normal.
MENGELOLA PERILAKU POLA HIDUP SEHAT MASYAKAT PESISIR DI DAERAH BELAWAN PROVINSI SUMATERA UTARA Nurhayati Nurhayati; Amelia Putri; Dina Dina; Ismi Larasati Hasibuan; Nadia Syaibah Nasution; Nadila Chairani; Rahmadani Sagala; Shelly Safira Maulia; Sofia Rahma Ujung; Supriati Munthe; Talitha zulaika; Widya Kinanti; Yasmine Anta Syahri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15767

Abstract

Pola hidup sehat perlu diterapkan sejak awal agar memberikan dampak positif bagi tubuh. Menjalani pola hidup sehat merupakan cara termudah untuk menjaga kebugaran badan dan mencegah tubuh terserang dari penyakit. Perilaku hidup bersih dan sehat adalah kumpulan perilaku dan kegiatan yang dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari baik bagi individu maupun di masyarakat sehingga terciptanya peningkatan derajat kesehatan di masyarakat. Kesehatan adalah harta paling berharga dari kehidupan, seluruh aktivitas hanya bisa dilakukan ketika kondisi badan sehat. Tujuan penelitian ini adalah mengedukasi masyarakat untuk membiasakan hidup bersih dan sehat, yang dimulai dari diri sendiri, lingkungan keluarga, dan masyarakat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif melalui wawancara secara langsung kepada setiap masyarakat dan juga dengan memberikan kuesioner yang diisi oleh masyarakat di daerah Belawan. Penelitian yang dilakukan ini menghasilkan jawaban yang relevan sehingga terdapatnya kesamaan jawaban informan, dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui kuesioner.  Beberapa kuesioner yang diisi meliputi pengguan air bersih, mencuci tangan dengan sabun dan memberikan jarak kurang lebih 10 meter antara rumah dengan jamban. Hasil yang dicapai melalui kuesioner tersebut yaitu masyarakat sudah menerapkan pola hidup sehat secara tepat secara rutin dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut dapat dilihat dengan adanya peningkatan persentasi pola hidup bersih dan sehat, mulai dari penggunaan air bersih, mencuci tangan dengan sabun, dan memberikan jarak 10 meter antara rumah dengan jamban.