Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Antara Kebiasaan Minum Kopi dengan Kejadian Dismenore Primer pada Mahasiswi Universitas X Kota Medan : The Reationship between Coffee Drinking Habits and the Incidence of Primary Dysmenorrhea in Students of X University Medan City Nofi Susanti; Mayumi Ershanda; Indah Rizqika; Daffa Dhiba Oesraini
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 8: AGUSTUS 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i8.3888

Abstract

Dismenore ialah masalah ginekologis yang paling sering terjadi dihadapi oleh perempuan, baik tua maupun muda. Dismenore adalah rasa sakit yang terjadi selama menstruasi dan terjadi karena kejang pada otot di dalam rahim. Rasa sakit ini dapat membuat sulit untuk bergerak setiap hari, dan sebagian besar memengaruhi wanita.Kopi sendiri merupakan salah satu minuman yang paling familiar bagi mahasiswa. Meminum kopi sudah menjadi kebiasaan ketika tugas sudah menumpuk dan deadline yang dekat terutama pada kalangan Mahasiswi. Mereka mengkonsumsi kopi dengan alasan ingin begadang dikarenakan mengejar deadline.Maka,Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kebiasaan minum kopi dengan prevalensi dismenorea primer pada mahasiswi X Medan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik simple random sampling yang mengumpulkan data via Gform . Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 52 responden dengan pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Dari 52 responden yang menjadi sampel pada penelitian ini didapatkan kebiasaan minum kopi Mahasiswi Universitas X Kota Medan sebanyak 47 responden (90,38%) yang dikategorikan ringan, 4 responden (7,69%) dikategorikan sedang, dan 1 responden (1,92%) dikategorikan berat. Hasil yang didapatkan bahwa tidak memiliki hubungan antara kebasaan minum kopi dengan kejadian dismenore primer pada Mahasiswi Universitas X Kota Medan. Ada kemungkinan faktor lain yang menyebabkan Mahasiswi Universitas X Kota Medan mengalai Dismenore Primer yaitu faktor keturunan/riwayat keluarga.
IDENTIFIKASI TINGKAT STRESS, KECEMASAN DAN DEPRESI MAHASISWA/I FKM UINSU MENGHADAPI UJIAN AKHIR SEMESTER Nofi Susanti; Aprilia Putri Batubara; Desi Amanda Sari; Nadila Chairani; Rahmadani Sagala; Tasya Salsabila
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.16494

Abstract

Mahasiswa akan memahami keberadaan yang lebih realistis sepanjang usia ini, termasuk semua yang harus mereka hadapi. Tugas-tugas yang harus dikerjakan mahasiswa juga akan semakin menantang begitu mereka beranjak dari semester ke semester. Tujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis hubungan antara tingkat stress, depresi dan kecemasan mahasiswa FKM UINSU. Desain penelitian ini meliputi metode deskriftif. Teknik pengelompokkan data yang dipakai yaitu melalui pengisian kuesioner  oleh mahasiswa FKM UINSU. Pengukuran memakai alat ukur Depression Anxiety Stress Scale (DASS 42). Terdapat 13 (26 %) memiliki stress yang normal. Sebanyak 19 (38%) mahasiswa memilih stress ringan, 8 (16%) mengalami stress sedang. Selebihnya 7 mahasiswa (14%) mengidap stress yang berat, dan 3 responden (6%) mempunyai stress sangat berat. 3 (6%) mahasiswa merasakan kecemasan dalam kategori normal saat menghadapi ujian akhir semester 22 (44%) mahasiswa megalami cemas kategori ringan, 19 (38%) mengalami cemas tingkat sedang dan 6 (12%) mengalami cemas tingkat sangat berat. 10 (20%) mahasiswa merasakan depresi dalam kategori normal saat menghadapi ujian akhir semester, 31 (62%) mahasiswa megalami depresi kategori ringan. 4 (8%) mengalami depresi tingkat sedang dan 5 (10%) mengalami depresi tingkat sangat berat. Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UINSU dalam menghadapi ujian akhir semester memperlihatkan tingkat stress tingkat stres, kecemasan, dan depresi yang paling umum adalah tingkat stres, kecemasan, dan depresi normal.
ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN PENGUNAAN APLIKASI SELULER DAN PERANGKAT PEMANTAUAN KESEHATAN DALAM MENINGKATKAN MANAJEMEN PENYAKIT TIDAK MENULAR PADA MAHASISWA Dwi Melisa Putri; Dwi Hirdanti; Nofi Susanti; Nadia Syaibah Nasution; Agil Maritho Lauchan; Saidana Wahyudi Putra MS
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.16462

Abstract

Dalam era digital saat ini, aplikasi seluler dan perangkat pemantauan kesehatan dapat memberikan manfaat signifikan dalam meningkatkan manajemen penyakit tidak menular pada mahasiswa. Dengan meningkatnya pengetahuan dan penggunaan aplikasi seluler dan perangkat pemantauan kesehatan, diharapkan mahasiswa dapat lebih efektif dalam mengelola penyakit tidak menular mereka. Ini pada gilirannya dapat meningkatkan kualitas hidup mereka dan membantu mencegah komplikasi yang mungkin timbul akibat penyakit tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan penggunaan aplikasi seluler dan perangkat pemantauan kesehatan dalam meningkatkan manajemen penyakit tidak menular pada mahasiswa. Dalam penelitian ini, digunakan metode sampling kuota yang merupakan teknik untuk menentukan sampel dari populasi dengan karakteristik khusus hingga mencapai jumlah yang diinginkan (kuota). Subjek dalam penelitian ini adalah Mahasiswa di  Universitas Islam Negeri Sumatera Utara yang terdiri dari 50 orang responden. Analisis data yang digunakan adalah metode statistik deskriptif dan analisa korelasi product moment. Sedangkan pengolahan data digunakan program SPSS Ver 24.0 for windows. Hasil analisis penelitian yang didapatkan yang mengenai Analisis Tingkat Penggunaan Aplikasi Seluler dan Perangkat Pemantauan Kesehatan dalam Meningkatkan Manajemen Penyakit Tidak Menular pada Mahasiswa  dapat disimpulkan bahwa Mahasiswa sudah mengetahui seberap pentingnya penggunaan aplikasi seluler dan perangkat pemantauan kesehatan dalam meningkatkan manajemen penyakit tidak menular dilihat dari hasil kuesioner yang menggunakan uji validitas dan rehabilitas hasil kuesioner dinyatakan valid dan realibel.
Sebuah Hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Rumah Tangga dengan Kejadian Diare di Desa Gunting Saga Nofi Susanti; Ikhwan Ikhwan
Jurnal Kesehatan Manarang Vol 9 No 3 (2023): December 2023
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/jkm.v9i3.907

Abstract

The prevalence of diarrhea increased by 3% in South Kualuh Regency between 2019 and 2021. The hamlet of Gunting Saga Village, which serves as a study location, depends on the Kualuh River for their everyday requirements. The purpose of this study is to ascertain the correlation between the clean and healthy living behavior (PHBS) in household settings with the incidence of diarrhea in Gunting Saga Village. This quantitative study used analytical descriptive method with Cross-sectional design which was carried out in Gunting Saga Village, North Labuhan Batu District, North Sumatra Province in July 2022. A total of 57 housewives (IRT) were obtained with an age range of 23-66 years and an average high school education. Respondents were taken by snowball sampling technique using questionnaires that had been tested for validity (r-count>0.279[n=50]) and reliability (0.898>0.60). Data analysis used univariate and bivariate analysis, with IBM SPSS data processing software. The results showed that housewives in Gunting Saga Village had a good PHBS category in household settings (59.6%), only 36.8% of households experienced diarrhea. The highest PHBS category come from housewives aged 45-55 years old with Diploma (D3) education. While the lowest PHBS category comes from housewives aged 23-33 years old with non-school education. There was a significant association between PHBS in households with the incidence of diarrhea (p = 0.001 p < 0.05]) and educational characteristics of housewives (p = 0.001 p < 0.05]) and there was no significant association between housewives age and PHBS in households (p = 0.700 [p>0.05]). Puskesmas Gunting Saga can collaborate with the local community to form household-based PHBS posyandu cadres and conduct counseling consistently so that the incidence of diarrhea in Gunting Saga can be suppressed.