Kasus penyakit koroner atau COVID-19 dimulai pada Desember 2019 di negara China dengan pneumonia misterius. Virus ini diduga berasal dari hewan, seperti kelelawar, yang dikonsumsi manusia untuk menginfeksi orang lain. COVID-19 mengancam penyakit menular di seluruh dunia. Banyak pasien COVID-19, TBC, dan DBD perlu dirawat, gejala 3 penyakit ini mirip, sehingga hasil tesnya kurang tepat dan memakan waktu lama. Sampai saat ini, upaya untuk mendeteksi COVID-19 dengan biaya gratis dan dapat dilakukan setiap saat masih belum ada, namun terdapat referensi terkait sistem informasi dan metode yang dapat dikembangkan dengan deteksi dini COVID-19. Sistem yang terbuka untuk umum dan diakses secara online, sehingga lebih mudah untuk memantau kesehatan manusia dan mendapatkan saran tentang apa yang harus dilakukan, serta mengurangi risiko infeksi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pendukung keputusan dalam melakukan deteksi awal terhadap gejala COVID-19. Dengan kurangnya pemanfaatan teknologi sangat dimungkinkan dan diperlukan menggunakan metode SMART Simple Multi-Attribute Rating Technique. Sistem deteksi awal COVID-19 menggunakan metode SMART merupakan cara pengambilan keputusan dengan menghitung bobot kriteria pada masing-masing alternatif. Metode SMART mampu menyelesaikan masalah dengan multikriteria, kriteria yang digunakan dalam penelitian ini adalah batuk, demam, sesak nafas. Penelitian ini diharapkan menghasilkan sebuah Inovasi baru dari Metode SMART sebagai sistem deteksi dini untuk meminimalisasi penyebaran COVID-19 berbasis web. Selanjutnya, masyarakat dapat menggunakan sistem self-diagnosis di rumah, dan tenaga kesehatan juga dapat menggunakan sistem untuk mendeteksi pasien yang terdiagnosis dini dan dinyatakan terinfeksi COVID-19. Pada akhirnya, sistem ini membantu semua pihak menangani COVID-19 dan mencegah penyebarannya.Kata kunci : COVID-19, Deteksi, Metode, SMART, Web
Copyrights © 2023