Pendahuluan Profil Kabupaten Jombang tahun 2019 sebanyak 74.723 balita yang ditimbang mempunyai berat badan kurang, 3.951 (5,29%). balita, persentase balita gizi kurang 5,29%. Di Griya “Mombykids” Jombang balita dengan berat badan kurang sejumlah 5 orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pijat terhadap kenaikan berat badan balita Metode Desain penelitian ini adalah Quasi eksperimen dengan pendekatan non equivalen kontrol group. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh balita usia 1-3 tahun pada bulan Juli-Agustus 2021 di Griya “Mombykids” Jombang sebanyak 30 Balita . Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode Purposive Sampling.Variabel independent penelitian ini yaitu pijat bayi dan variabel dependentnya yaitu Kenaikan berat badan balita. Instrument penelitiaan menggunakan SOP pijat bayi dan timbangan bayi. Penelitian ini menggunakan uji statistik Paired T Test. Hasil uji statistik dengan menggunakan paired t test didapatkan t = 3,767. Oleh karena t hitung (3,767) > t tabel (2,045) maka H0 ditolak dan Ha diterima. Pembahasan bayi yang dilakukan pemijatan mengalami peningkatan berat badan karena pemijatan dapat meningkatkan mekanisme penyerapan makanan pada syaraf nervus vagus dan menghasilkan efek peningkatan nafsu makan pada bayi sehingga berat badan bertahap akan ikut naik (Prasetyo, 2017) serta hormon stres pada bayi menurun, maka bayi dapat menghisap ASI lebih banyak, sehingga produksi ASI meningkat dan berat badan akan meningkat Marmi (2019). Bayi yang dipijat juga mengalami peningkatan kadar enzim penyerapan dan insulin sehingga penyerapan terhadap sari kandungan dalam makanan menjadi lebih baik. Efeknya, bayi mengalami lebih cepat lapar dan banyak menyusu kemudian meningkatkan produksi ASI Kesimpulan penelitian ini ada pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan berat badan balita di Griya “Mombykids” Jombang
Copyrights © 2023