Hidayatun Nufus
ITSKes Insan Cendekia Medika Jombang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UPAYA PENINGKATAN BERAT BADAN BALITA MELALUI PIJAT BAYI DI GRIYA “MOMBYKIDS” JOMBANG Hidayatun Nufus; Rista Novitasari
Journal of Nursing and Health Vol. 8 No. 2 (2023): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v8i2.257

Abstract

Pendahuluan Profil Kabupaten Jombang tahun 2019 sebanyak 74.723 balita yang ditimbang mempunyai berat badan kurang, 3.951 (5,29%). balita, persentase balita gizi kurang 5,29%. Di Griya “Mombykids” Jombang balita dengan berat badan kurang sejumlah 5 orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pijat terhadap kenaikan berat badan balita Metode Desain penelitian ini adalah Quasi eksperimen dengan pendekatan non equivalen kontrol group. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh balita usia 1-3 tahun pada bulan Juli-Agustus 2021 di Griya “Mombykids” Jombang sebanyak 30 Balita . Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode Purposive Sampling.Variabel independent penelitian ini yaitu pijat bayi dan variabel dependentnya yaitu Kenaikan berat badan balita. Instrument penelitiaan menggunakan SOP pijat bayi dan timbangan bayi. Penelitian ini menggunakan uji statistik Paired T Test. Hasil uji statistik dengan menggunakan paired t test didapatkan t = 3,767. Oleh karena t hitung (3,767) > t tabel (2,045) maka H0 ditolak dan Ha diterima. Pembahasan bayi yang dilakukan pemijatan mengalami peningkatan berat badan karena pemijatan dapat meningkatkan mekanisme penyerapan makanan pada syaraf nervus vagus dan menghasilkan efek peningkatan nafsu makan pada bayi sehingga berat badan bertahap akan ikut naik (Prasetyo, 2017) serta hormon stres pada bayi menurun, maka bayi dapat menghisap ASI lebih banyak, sehingga produksi ASI meningkat dan berat badan akan meningkat Marmi (2019). Bayi yang dipijat juga mengalami peningkatan kadar enzim penyerapan dan insulin sehingga penyerapan terhadap sari kandungan dalam makanan menjadi lebih baik. Efeknya, bayi mengalami lebih cepat lapar dan banyak menyusu kemudian meningkatkan produksi ASI Kesimpulan penelitian ini ada pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan berat badan balita di Griya “Mombykids” Jombang
Dampak Pernikahan Dini Terhadap Kesehatan Reproduksi Dan Psikologi Pada Remaja Putri Vivin Indrianita; Januar Dwi Christy; Hidayatun Nufus
NERSMID : Jurnal Keperawatan dan Kebidanan Vol. 8 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Merdeka Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55173/nersmid.v8i2.315

Abstract

Early marriage is a marriage conducted by someone who is relatively young, namely between the ages of 10 - 19 years. There are many factors that cause early marriage to still exist in some regions, including economic factors, knowledge, customs/culture, education, free sex, and pregnancy out of wedlock. This remains a serious problem that causes many adverse impacts. The disadvantages affect women more, both physically, psychologically, economically, in terms of autonomy, and education. At a very young age, a girl's body is not fully mature physically and mentally, so early marriage can lead to serious reproductive health complications. The purpose of this research is to measure the knowledge of adolescent girls regarding the impact of early marriage on reproductive health and psychology in the West Surabaya area. This research uses a pre-experimental method with a one-group pre-test and post-test design approach. The test was administered twice to the group that had received counseling, without a control group. Statistical analysis was conducted using the t-test. The level of knowledge of adolescents in the western Surabaya area about the impacts of early marriage before receiving health counseling was considered moderate, with a percentage of 50%. After receiving health counseling, the adolescents' level of knowledge increased to good, with a percentage of 59.3%. This indicates that providing health counseling has a significant effect on adolescents' knowledge about the impacts of early marriage on reproductive and psychological health, as shown by a p-value of 0.003.