Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

HUBUNGAN STATUS GIZI BALITA USIA 3-5 TAHUN Setyo Retno Wulandari; Rista Novitasari
Voice of Midwifery Vol 9 No 2 (2019): Voice of Midwifery
Publisher : Lembaga Penerbit dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/vom.v9i2.109

Abstract

Latar Belakang: Prevalansi anak balita stunting di Indonesia pada tahun 2016 adalah sebesar 37,2%. Prevalensi stunting pada balita dipengaruhi oleh beberapa faktor yang terkait, salah satunya adalah status gizi balita. Berdasarkan studi pendahuluan, di Posyandu Purwokinanti Pakualaman terdapat 35 balita yang mengalami stunting. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan status gizi dengan kejadian stunting pada balita Metode: Penelitian ini merupakan korelasi kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah 35 balita usia 3-5 tahun yang melakukan penimbangan di Posyandu Purwokinanti Pakualaman Yogyakarta. Instrumen penelitian berupa data hasil pengukuran dan penimbangan, serta data anak di posyandu. Metode analisa data menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Status gizi pada balita usia 3-5 tahun berada dalam kategori gizi baik sebesar 62,2%. Kejadian stunting balita usia 3-5 tahun berada dalam kondisi normal sebesar 68,9%. Ada hubungan status gizi balita usia 3-5 tahun dengan kejadian stunting berdasarkan χ2hitung (18,257) > χ2tabel (7,815) dan Sig. (0,000) < α (0,05) Kesimpulan: Ada hubungan status gizi balita usia 3-5 tahun dengan kejadian stunting di Posyandu Purwokinanti Pakualaman Yogyakarta. Kata Kunci: status gizi, kejadian stunting, balita
REFRESH UPAYA PENCEGAHAN STUNTING PADA BAYI DENGAN PELATIHAN KONSELING PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI DINAS KESEHATAN JOMBANG TAHUN 2022 Rista Novitasari; Evi Rosita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan Vol 4, No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpmk.v4i2.9961

Abstract

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada 2018, prevalensi stunting balita umur 0 sampai 59 bulan di Jawa Timur mencapai 32,81 persen. Angka ini lebih tinggi dari prevalensi stunting nasional yakni sebesar 30,8 persen. Mengingat bahaya stunting adalah berisiko lebih tinggi mengidap penyakit degeneratif. Hal ini karena kebutuhan zat gizi mikro dan makro dalam tubuh tidak terpenuhi secara maksimal sehingga pembentukan fungsi sel tubuh dan lainnya tidak sempurna. Hasil kegiatan bulan timbang per Agustus 2019, tercatat angka stunting di Jombang mencapai 12.013 balita yang tersebar di seluruh kecamatan. Di Kecamatan Diwek dilaporkan paling banyak mencapai 1.353 balita, Kecamatan Mojoagung 1.213 balita, Kecamatan Kesamben 1.087 balita, Kecamatan Mojowarno 938 balita dan Kecamatan Sumobito 916 balita.Metode pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan ceramah, diskusi, dalam mengerjakan pre-tes dan post-tes, serta praktik teknik menyusui yang benar, penanganan bayi kolik. Materi pelatihan mencakup hal yang berkaitan dengan pemberian ASI Eksklusif dalam pencegahan stunting. Jumlah peserta 25 orang terdiri dari tenaga Kesehatan di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang dilaksanakan pada tanggal 19-23 November 2020 bertempat di Aula Dinas Pemberdayaan Perempuan dan KB Kabupaten Jombang. Hasil dari program pelatihan tenaga Kesehatan dalam upaya pencegahan stunting pada bayi dengan pemberian ASI Eksklusif melalui mengadakan pengabdian masyarakat dalam bentuk pelatihan konselor ASI Eksklusif adalah adanya peningkatan pengetahuan yang digambarkan dalam bentuk nilai post test yang meningkat yaitu 90% dengan kategori nilai baik yang sebelumnya 70% nilai baik. Melihat hal tersebut maka ada baiknya jika kegiatan tersebut menjadi salah satu alternatif untuk upaya penurunan stunting di wilayah Jombang khususnya.
UPAYA PENINGKATAN BERAT BADAN BALITA MELALUI PIJAT BAYI DI GRIYA “MOMBYKIDS” JOMBANG Hidayatun Nufus; Rista Novitasari
Journal of Nursing and Health Vol. 8 No. 2 (2023): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v8i2.257

Abstract

Pendahuluan Profil Kabupaten Jombang tahun 2019 sebanyak 74.723 balita yang ditimbang mempunyai berat badan kurang, 3.951 (5,29%). balita, persentase balita gizi kurang 5,29%. Di Griya “Mombykids” Jombang balita dengan berat badan kurang sejumlah 5 orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pijat terhadap kenaikan berat badan balita Metode Desain penelitian ini adalah Quasi eksperimen dengan pendekatan non equivalen kontrol group. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh balita usia 1-3 tahun pada bulan Juli-Agustus 2021 di Griya “Mombykids” Jombang sebanyak 30 Balita . Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode Purposive Sampling.Variabel independent penelitian ini yaitu pijat bayi dan variabel dependentnya yaitu Kenaikan berat badan balita. Instrument penelitiaan menggunakan SOP pijat bayi dan timbangan bayi. Penelitian ini menggunakan uji statistik Paired T Test. Hasil uji statistik dengan menggunakan paired t test didapatkan t = 3,767. Oleh karena t hitung (3,767) > t tabel (2,045) maka H0 ditolak dan Ha diterima. Pembahasan bayi yang dilakukan pemijatan mengalami peningkatan berat badan karena pemijatan dapat meningkatkan mekanisme penyerapan makanan pada syaraf nervus vagus dan menghasilkan efek peningkatan nafsu makan pada bayi sehingga berat badan bertahap akan ikut naik (Prasetyo, 2017) serta hormon stres pada bayi menurun, maka bayi dapat menghisap ASI lebih banyak, sehingga produksi ASI meningkat dan berat badan akan meningkat Marmi (2019). Bayi yang dipijat juga mengalami peningkatan kadar enzim penyerapan dan insulin sehingga penyerapan terhadap sari kandungan dalam makanan menjadi lebih baik. Efeknya, bayi mengalami lebih cepat lapar dan banyak menyusu kemudian meningkatkan produksi ASI Kesimpulan penelitian ini ada pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan berat badan balita di Griya “Mombykids” Jombang
The Mother’s Role in Giving Healthy Eating Patterns for Children Age 3-5 Years Kristianingrum, Dhita Yuniar; Aini, Inayatul; Shofiyah, Siti; Setiarini, Dwi Anik Karya; Novitasari, Rista
Jurnal MIDPRO Vol 15 No 1 (2023): JURNAL MIDPRO
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/md.v15i1.612

Abstract

A eating patterns  is the way in which a person to choose, and using a food ingredient in food consumption every day which include the type of food, number of food and eating frequency. Based on the preliminary study on August 15, 2019 in Brambang Village, Jombang District. On 30 mothers who have children aged 3-5 years, 76,6%  mothers do not know how to gives a healthy eating patterns and 24,4% others know how to gives a healthy eating patterns for children. The purpose of this research is to know the role of the mother within gives a healthy eating patterns for children age 3-5 years in Brambang Village, Jombang District.The design of this research is a descriptive research, with the population of mothers who has a toddler much as 30 Respondentts, and the sample 30 Respondentts were taken by total sampling with the mother’s role variable. The research instrument using a questionnaire, then processed with the Editing, Scoring, Coding and Tabulating.The results were obtained from 30 Respondentts, Respondentts who passivity as much as 23 Respondentts (76.6%) and that being active 7 Respondentts (23.4%). Based on the research results, it can be concluded that the mother's role in providing a healthy eating patterns in children aged 3-5 years is almost entirely passive. Midwife are expected to motivate the mother so that the mother is able to apply the information that has been obtained about giving a healthy eating patterns for their children
GAMBARAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF PADA IBU BEKERJA DI WILAYAH PUSKESMAS PAKUALAMAN YOGYAKARTA Zuraidah, Zuraidah; Melina, Fitria; Novitasari, Rista
Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu (JKSI) Vol 10 No 1 (2019): JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU (JKSI)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.555 KB)

Abstract

Latar Belakang : WHO dan UNICEF merekomendasikan pemberian ASI Ekslusif sampai bayi berumur 6 bulan. Menurut Profil Kesehatan Indonesia tahun 2015 presentase pemberian ASI ekslusif di Indonesia sebesar 55,7%. Cakupan ASI Ekslusif paling rendah yaitu terdapat di Kabupaten Kota Yoygakarta sebesar 60,87% dan cakupan pemberian ASI terendah berada di Puskesmas Pakualaman sebesar 47,30%, serta ibu yang bekerja di sektor formal maupun sektor informal lebih banyak yang tidak memberikan ASI ekslusif yaitu sebesar 72.1%. Tujuan Penelitian : untuk mengetahui gambaran pemberian ASI ekslusif pada ibu bekerja di Puskesmas Pakualaman Yogyakarta. Metode Penelitian : Jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 43 orang dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Instrument yang digunakan yaitu lembar observasi. Teknik analisa data menggunakan analisa univariat. Hasil : Ibu yang bekerja di sektor formal yang memberikan ASI eksklusif yaitu 7 orang (26,9%) danibu yang bekerja di sektor informal yang memberiakan ASI ekslusif yaitu 5 orang (19,2%), dan yang tidakmemberikan ASI eksklusif yaitu 19 orang (73,1%) dan yang tidak memberikan ASI ekslusif yaitu 12 orang (70,6%), cara pemberian ASI pada ibu bekerja sebagian besar diberikan secara langsung. Kesimpulan : Gambaran pemberian ASI pada ibu bekerja sebagian besar tidak memberikan ASI ekslusif dan ASI diberikan secara langsung.
ANALISIS PELAKSANAAN 10T DALAM PROGRAM ANTENATAL CARE TERPADU DI PUSKEMAS IMOGIRI 1 BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Novitasari, Rista; Yanti, Yanti; Muhartanti, Mei
Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu (JKSI) Vol 8 No 2 (2017): JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU (JKSI)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.029 KB)

Abstract

Latar belakang: Angka kematian ibu di Indonesia tahun 2013 mencapai 359/100.000 kelahiran hidup dan 27,1% penyebabnya adalah penyakit penyerta dalam masa kehamilan. Tahun 2014 AKI di Yogyakarta mencapai 40 kasus dan terbesar adalah Bantul 14 kasus kemudian 11 kasus pada tahun 2015. Di Puskesmas imogiri tercatat 3 kematian ibu tahun 2015. Tujuan penelitian: Menganalisis pemenuhan kompetensi teknis dalam pelaksanaan ANC Terpadu di Puskesmas Imogiri I Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Desain Penelitian: Menggunakan desain kualitatif fenomenologi dengan jenis Rapid Asessment Procedure (RAP) melibatkan 8 informan (Bidan Koordinator, Dokter Umum, Farmasi, Dokter Gigi, Laboran, Ahli Gizi, Kepala Puskesmas).Teknik pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi. Hasil : Timbang Berat Badan,Tinggi Badan,Tekanan Darah,Nilai status gizi/ukur Lingkar Lengan Atas (LILA), Ukur Tinggi Fundus uteri ,Tentukan presentasi janin dan Denyut Jantung Janin, Skrining status TT dilakukan oleh bidan di KIA, Tablet tambah darah diberikan oleh dokter umum, Pemeriksaan Laboratorium dilakukan sesuai prosedur. Tatalaksana/penanganan kasus dan Temuwicara/ konseling dilakukan di KIA, Poli Gizi dan Poli umum. Kesimpulan :Sudah dilaksanakanya rangkaian pemeriksaan 10T tersebut oleh para petugas kesehatan yang terlibat langsung pada program ANC terpadu. Hambatan dan masalah dalam pelaksanaan ANC Terpadu adalah kurangngya SDM serta jumlah alat serta kurang kerjasama antara BPM dan puskesmas Imogiri I Bantul DIY
KELENGKAPAN SARANA DAN PRASARANA ANC TERPADU DALAM DETEKSI DINI PENYAKIT PENYERTA KEHAMILAN DI PUSKEMAS IMOGIRI 1 BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Novitasari, Rista; Sari, Galuh Kartika; Yanti, Yanti; Muhartati, Mei
Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu (JKSI) Vol 9 No 1 (2018): JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU (JKSI)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.946 KB)

Abstract

Latar belakang : Angka kematian ibu di Indonesia tahun 2013 mencapai 359/100.000 kelahiran hidup dan 27,1% penyebabnya adalah penyakit penyerta dalam masa kehamilan. Tahun 2014 AKI di Yogyakarta mencapai 40 kasus dan terbesar adalah Bantul 14 kasus kemudian 11 kasus pada tahun 2015. Di Puskesmas imogiri tercatat 3 kematian ibu tahun 2015. Tujuan penelitian : Menganalisis kelengkapan sarana dan prasarana Terpadu ANC dalam deteksi dini penyakit penyerta kehamilan di Puskesmas Imogiri I Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Desain Penelitian : Menggunakan desain kualitatif fenomenologi dengan jenis Rapid Asessment Procedure (RAP) melibatkan 8 informan (Bidan Koordinator, Dokter Umum, Farmasi, Dokter Gigi, Laboran, Ahli Gizi, Kepala Puskesmas). Teknik pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi. Hasil : Kelengkapan sarana dan prasara Kesimpulan : Tenaga kesehatan yang terlibat dalam ANC Terpadu belum pernah mendapatkan pelatihan masing-masing unit kerja sudah memahami peran dan jenis tindakan apa yang akan dilaksanakan pada ANC Terpadu Puskesmas Imogiri I Bantul Yogyakarta
HUBUNGAN TINGKAT KELELAHAN KERJA DENGAN TINGKAT STRES KERJA PERAWAT DI RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL Aprilia, Zuhria; Novitasari, Rista
Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu (JKSI) Vol 12 No 2 (2021): JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU (JKSI)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.832 KB) | DOI: 10.55426/jksi.v12i2.151

Abstract

ABTRACK Latar Belakang : Kelelahan kerja merupakan suatu proses psikologis yang dihasilkan oleh stres pekerjaan yang tidak terlepaskan dan menghasilkan kelelahan emosi, perubahan kepribadian, dan perasaan pencapaian yang menurun. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan tingkat kelelahan kerja dengan tingkat stres kerja perawat di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Metode : Metode penelitian ini adalah kuantitaif menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 169 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan didapatkan 67 responden. analisa data bivariat sperman rank. Hasil Penelitian : Didapatkan bahwa kelelahan kerja dalam kategori tidak lelah sebesar 58,2%, stres kerja dalam kategori stres ringan sebesar 49,3%, dan hubungan kelelahan kerja perawat dengan stres kerja perawat dengan nilai Pvalue sebesar 0,283. Kesimpulan : Ada hubungan antara tingkat kelelahan kerja dengan tingkat stres kerja perawat di RSUD Panembahan Senopati Bantul ABSTRACT Background : Work fatigue is a psychological process that is produced by work stress that is not released and results in emotional exhaustion, personality changes, and drecreased feeling of accomplishment. Objective : To find out the relatinship between the level of work fatigue and the level of work stress of nurses at Panembahan Senopati Hospital Bantul. Method : This research method is quantitative using analytic survey with cross sectional. The population in this study were 169 respondents. The sampling technique used purposive sampling and 67 respondents obtained superman rank bivariant data analysis. Research result : It was found that work fatigue in the category of fatigue was 58,2%, work stress in a mild stress category of 49,3%, the conclusion is that there is a relationship between the work of nurses and the work stress of nurses in Panembahan Senopati Bantul Hospital with a Pvalue of 0,283%. Conclusion : There is a relationship between the level of work fatigue with the level of work stress nurses in panembahan senopati general hospital bantul.
Hubungan pengetahuan ibu nifas dengan perawatan luka perinium di PMB Aan Dyah Tahun 2020/2021 Novitasari, Rista; Rosita, Evi
Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu (JKSI) Vol 13 No 1 (2022): JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU (JKSI)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55426/jksi.v13i1.198

Abstract

The cause of maternal death in Indonesia is still dominated by bleeding (32%) and hypertension in pregnancy (25%), followed by infection (5%), old partus (5%), and abortion (1%) in addition to obstetric causes, maternal mortality is also caused by other causes (non obstetric) of 32%. As a result of improper perineal care can result in perineal conditions affected by lokchea and moisture will greatly support the proliferation of bacteria that can cause infections in the perineum. The purpose of this study to determine the relationship of maternal knowledge with perineal wound at PMB Aan Dyah. This research use analytical method by using primary data and secondary data. The population in this study is the number of mothers in the last 3 months totaling 65 respondents in June - August 2017. Sampling technique is total sampling. The result of the research was obtained, good postpartum mother as many as 25 people (38,5%), bad woman with bad knowledge about 40 people (61,5%), postpartum who do perineal wound care 15 respondents (23,1%), and postpartum mothers who did not perform perineal wound care as much as 50 respondents (76.9%). In chi square test to see the correlation between knowledge of postpartum mother and perineal wound care, p-value value of0.000 (p <0,05) was obtained, meaning that there was a significant correlation between maternal knowledge with perineal wound care. It is suggested to health officer to give counseling about perineal wound care on postpartum so that postpartum mother can know the importance of perineum wound care benefit.
HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR DENGAN DERAJAT RUPTUR PERINEUM PADA PERSALINAN NORMAL Dai Doni, Stefania; Kuswanti, Ina; Novitasari, Rista
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 3 No. 2 (2016): Vol. 3. No. 2 Juli 2016
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar  Belakang  :  Penyebab  utama  dari  kematian  ibu  di  Indonesia  adalah perdarahan  (27%).  Perdarahan  pada  24  jam  pertama  persalinan  salah  satunya disebabkan  oleh  robekan  jalan  lahir.  Prevalensi  ibu  bersalin  yang  mengalami ruptur perineum di Indonesia 52% dikarenakan persalinan dengan bayi berat lahir cukup  atau  lebih.  Di  DIY  pada  tahun  2014,  ada  40  kasus  kematian  ibu  dengan kasus  tertinggi  terjadi  di  Bantul  yaitu  14  kasus,  dengan  penyebab  utama  yaitu perdarahan 46%. Di RSU PKU Muhammadiyah Bantul, pada tahun 2015 terdapat 370 kasus ruptur perineum pada persalinan normal. Tujuan : Mengetahui hubungan berat badan lahir dengan derajat ruptur perineum pada persalinan normal. Metode : Penelitian survey  analitik menggunakan  pendekatan cross  sectional. Lokasi  penelitian  di  RSU  PKU  Muhammadiyah  Bantul.  Populasi  penelitian sebanyak  370  orang.  Sampel  sebanyak  40  orang  dengan accidental  sampling. Jenis  data  menggunakan  data  sekunder.  Metode  analisis  data  menggunakan korelasi Kendall-Tau. Hasil :  Mayoritas bayi  lahir  dengan  berat  badan  lahir  normal  (80%). Sebagian besar  ibu  mengalami ruptur  perineum derajat  2  (57,5%)  pada  persalinan  normal. Ada  hubungan  antara  berat  badan  lahir  dengan  derajat ruptur  perineum pada persalinan  normal dengan  nilai  korelasi Kendall-Tau sebesar  0,664  dengan  nilai signifikan 0,000. Kesimpulan  :  Ada  hubungan  antara  berat  badan  lahir  dengan  derajat  ruptur perineum pada persalinan normal. Kata Kunci : Berat Badan Lahir, Derajat Ruptur Perineum.