Simplifikasi dan generalisasi atas sufisme sebagai momok keterbelakangan peradaban Islam merupakan upaya rasionalisasi yang nir-objektif. Karena itu, pembahasan ini menjadi penting untuk diteliti karena posisinya hendak mengklarifikasi problematika yang menyelimuti karakter dan hakekat tasawuf itu sendiri, melalui penelaahan mendalam terhadap tarekat Idrisiyyah. Atas dasar pernyataan itu, maka persoalan yang dikaji akan dibatasi oleh dua pertanyaan saja, yaitu; pertama, bagaimana sejarah perkembangan gerakan Sanusiyyah hingga ke tarekat Idrisiyyah?; dan kedua, bagaimana konsep moderasi perspektif tarekat Sanusiyyah? Dengan demikian, kajian ini akan mengandalkan jenis penelitian library research dengan alur pendekatan historis-sosiologis. Dalam konteks itu, asumsi yang melatari analisis wacana terhadap lokus terikat memunculkan satu pandangan umum sementara bahwa kemampuan tarekat Idrisiyyah sebagai sebuah gerakan sosial dalam proses mengadapsi tuntutan perubahan sosial yang begitu cepat didasarkan atas sistem keberagamaan terbuka yang meniscayakan seperangkat perilaku modern yang inklusif.
Copyrights © 2023