Awal tahun 2020, Indonesia digemparkan oleh penyebaran virus COVID-19 sehingga pemerintah menghimbau masyarakat wajib menggunakan masker. Hal ini rupanya memicu masalah baru yaitu penumpukan sampah masker yang menjadi alasan utama terbentuknya Dumask Indonesia. Dumask Indonesia berperan dalam menerima dan mengolah sampah masker. Namun semenjak pandemi COVID-19 mereda, sampah masker yang diterima mulai berkurang. Dumask Indonesia berencana ingin menerapkan sistem akumulasi poin sebagai daya tarik, disamping penyaluran sampah masker yang masih menerapkan biaya olah, tetapi belum mengetahui cara efektif dan efisien untuk mengimplementasikannya. Oleh karena itu, penulis melakukan penelitian untuk membuat perancangan pengalaman pengguna aplikasi mobile penyaluran sampah masker medis menggunakan metode Design Thinking dengan studi kasus Dumask Indonesia. Penelitian ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam menyalurkan sampah masker ke pihak Dumask Indonesia serta menarik lebih banyak minat untuk menyalurkan sampah masker. Penulis menggunakan metode Design Thinking dalam penelitian untuk lebih memahami kebutuhan dari sudut pandang pengguna. Hasil akhir penelitian ini berupa desain solusi dalam bentuk high-fidelity mockup beserta front-end aplikasi Android. Kemudian pada pengujiannya menggunakan metode usability testing dengan menghasilkan presentase 84.61% pada aspek efektivitas, 0.123 goals/detik pada aspek efisiensi berdasarkan waktu, serta memperoleh skor 83.75 dalam aspek kepuasan pengguna menggunakan kuisioner berstandar System Usability Scale (SUS).
Copyrights © 2023