Penelitian ini didasarkan atas banyaknya fenomena mengenai meningkatnya setres dan kecemasan mahasiswa setelah melaksanakan pembelajaran daring yang berakibat pada tingkat kebahagiaan mahasiswa. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan perilaku assertive dengan subjective well-being mahasiswa pelaksana pembelajaran daring pada mahasiswa Universitas Negeri Semarang. Penelitian dilakukan dengan metode kolerasional. Subjek penelitian berjumlah 335 responden dari 7186 mahasiswa. pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Quota random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala Rathus Assertivness Scale dan Skala Subjective well-being pelaksana pembelajaran daring. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat perilaku assertive berada pada kategori yang tinggi dan tingkat subjective well-being mahasiswa pelaksana pembelajaran daring berada pada kategori sedang. Kemudian ditemukan terdapat hubungan yang positif signifikan antara perilaku assertive dan subjective well-being mahasiswa pelaksana pembelajaran daring. Dari hasil tersebut dapat dipahami bahwa semakin tinggi perilaku assertive yang dimiliki maka semakin tinggi pula subjective well-being mahasiswa pelaksana pembelajaran daring. Berkaitan dengan hasil penelitian ini diharapkan konselor mampu membantu mahasiswa meningkatan perilaku assertive yang dimiliki melalui layanan Bimbingan dan Konseling yang tepat.
Copyrights © 2023