Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Relationship Between Hope, Religiusity, Social Support, Resiliency And Subjective Well Being Munawaroh, Eem; Muslikah, Muslikah; Suharso, Suharso; Rosdiana, Gesti
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v7i2.1063

Abstract

This study aims to examine a relationship between hope, religiosity, social support, resilience and subjective well being of 455 bidik misi students University Negeri Semarang.. The research method used was correlation with random sampling as sampling technique. The data was collected by 5 scale they are hope scales using the expectation scale for adult cognitive models from Snyder, social support scales using multidimensional scales of perceived social support, subjective scales using oxford happines inventory, resilience scales using resilience scales from Reivich and Sheite, whereas religiosity was measured using the scale of religiosity. To analyze the relationship, correlational product of moment parson is used. The results showed that the correlation between subjective well being and hope outcome was 0.155, the correlation between subjective wellbeing and religiosity was 0.148, correlation between subjective well being and social performance was 0.148, Correlation between subjective well being and resilience was 0.473, and there are simultaneous influence of hope, social support, religiosity and resilience, to subjective well-being. The conclusion of this study was hope, religiosity, social support, and resilience is a predictor of subjective well being.
Meningkatkan Kompetensi Profesional Konselor melalui Pelatihan Konseling Realita Munawaroh, Eem; Anni, Catharina Tri; Sunawan, Sunawan
Jurnal Abdimas Vol 23, No 1 (2019): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatan kompetensi profesional konselor melalui pelatihan konseling realita di MGBK SMA Kabupaten Semarang. Metode pelaksanaannya dibagi dalam tiga tahap: 1) Identifikasi peserta pengabdian tujuannya untuk mencari subyek yang kemampuan konselingnya masih kurang; 2) pelaksanaan kegiatan dalam tga bentuk: a) ceramah, tanya jawab dan diskusi mendalam materi konseling realita; b) simulasi konseling realita dengan teman (peer konseling); c) Praktik konseling realita dengan siswa di sekolah masing-masing; 3) kegiatan monitoring dan evaluasi untuk melihat tingkat keberhasilan pelatihan tersebut. Hasil pengolahan instrumen pre test dan post test  yang diberikan kepada 30 Guru Bimbingan dan Konseling peserta pelatihan konseling realita, presentase penguasaan teknik konseling realita sebelum pelatihan adalah sebesar 47, 75%, sedangkan penguasaan teknik konseling setelah pelatihan dilaksanakan adalah sebesar 51,25 %. Terdapat peningkatan pemahaman praktik teknik konseling realita sebanyak 3.5%. Hasil pengolahan data menunjukkan adanya peningkatan penguasaan teknik konseling realita pada Guru Bimbingan dan Konseling kabupaten Semarang setelah diberikan pelatihan konseling realita
Meningkatkan Kompetensi Profesional Konselor melalui Pelatihan Konseling Realita Munawaroh, Eem; Anni, Catharina Tri; Sunawan, Sunawan
Jurnal Abdimas Vol 23, No 1 (2019): June 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v23i1.16538

Abstract

Tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatan kompetensi profesional konselor melalui pelatihan konseling realita di MGBK SMA Kabupaten Semarang. Metode pelaksanaannya dibagi dalam tiga tahap: 1) Identifikasi peserta pengabdian tujuannya untuk mencari subyek yang kemampuan konselingnya masih kurang; 2) pelaksanaan kegiatan dalam tga bentuk: a) ceramah, tanya jawab dan diskusi mendalam materi konseling realita; b) simulasi konseling realita dengan teman (peer konseling); c) Praktik konseling realita dengan siswa di sekolah masing-masing; 3) kegiatan monitoring dan evaluasi untuk melihat tingkat keberhasilan pelatihan tersebut. Hasil pengolahan instrumen pre test dan post test  yang diberikan kepada 30 Guru Bimbingan dan Konseling peserta pelatihan konseling realita, presentase penguasaan teknik konseling realita sebelum pelatihan adalah sebesar 47, 75%, sedangkan penguasaan teknik konseling setelah pelatihan dilaksanakan adalah sebesar 51,25 %. Terdapat peningkatan pemahaman praktik teknik konseling realita sebanyak 3.5%. Hasil pengolahan data menunjukkan adanya peningkatan penguasaan teknik konseling realita pada Guru Bimbingan dan Konseling kabupaten Semarang setelah diberikan pelatihan konseling realita
Analisis Isu Etis dalam Konseling Online dan Rekomendasi untuk Perbaikan Praktik di Masa Depan munawaroh, eem -; folastri, sisca; Nugraheni, Edwindha Prafitra; isrofin, binti
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 10 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v10i2.53233

Abstract

Peningkatan signifikan pelaksanaan konseling online sejak terjadinya pandemi Covid-19 memunculkan berbagai isu terutama terkait implementasi kode etik dalam pelaksanaan konseling online. Tujuan dari artikel ini adalah untuk menganalisis secara mendalam isu-isu etis dalam konseling online serta rekomendasi sebagai alternatif solusi bagi perbaikan praktik di masa depan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode literature riview melalui lima tahapan investigasi yakni perancangan, pelaksanaan, analisis, strukturisasi, dan penulisan review. Hasil analisis terhadap isu -isu etis dalam konseling online menunjukkan isu kerahasiaan, komunikasi non-verbal, pengakhiran konseling online yang prematur, kompetensi lintas budaya, dan jaringan internet menjadi isu-isu etis yang paling problematis untuk menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan konseling online. Rekomendasi untuk perbaikan praktik konseling online di masa depan adalah konselor diharapkan mampu mengidentifikasi jenis konseling online yang paling sesuai dengan kenyamanan dan masalah konseli, mampu mengidentifikasi kemungkinan kesalahpahaman, memelihara batasan professional, menjaga kerahasiaan alat elektronik, antisipasi time delay, kemampuan membentuk hubungan secara online dan mengikuti pelatihan tersupervisi praktik konseling online. Asosiasi profesi juga dapat mendukung keberhasilan konseling online dengan menyusun dan menetapkan kode etik konseling online.
HUBUNGAN EFIKASI DIRI KREATIF DENGAN KEMAMPUAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN KARIR SISWA KELAS XII SMK NEGERI se-SEMARANG SELATAN Novia Rissita Sari; Eem Munawaroh
Empati-Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 1 (2021): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v8i1.7980

Abstract

Karir adalah salah satu aspek penting dalam kehidupan seseorang (Aminnurrohim, Saraswati, dan Kurniawan, 2014). Namun, masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam mengambil keputusan diantaranya karena memiliki keraguan pada dirinya sendiri (Storme & Celik, 2017). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan efikasi diri kreatif dengan kemampuan pengambilan keputusan karir siswa kelas XII SMK Negeri se-Semarang Selatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasional. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XII. Teknik yang digunakan adalah teknik simple random sampling dengan taraf kesalahan 5% sehingga sampel penelitian berjumlah 304 siswa. Data dianalisis dengan korelasi product moment person. Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan (p=0,000 < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan positif signifikan antara efikasi diri kreatif dengan kemampuan pengambilan keputusan karir siswa kelas XII SMK Negeri se-Semarang Selatan. 
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP KEMATANGAN EMOSI DI SMA NEGERI 5 SEMARANG Devi Tri Kumalasari; Eem Munawaroh
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 8, No 2 (2022): Juli- Desember 2022
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/atj.v8i2.3382

Abstract

Seorang remaja memiliki perkembangan emosi yang berbeda beda, hal ini pun dapat dipengaruhi oleh efikasi diri yang ada dalam dirinya dan dukungan sosial yang ada di lingkungan sekelilingnya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh efikasi diri dan dukungan sosial terhadap kematangan emosi. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 5 Semarang, yang mana teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan rumus slovin tingkat presisi 5%, didapatkan sampel penelitian sebanyak 252 siswa. Metode analisis data dengan menggunakan statistik deskriptif dan analisis regresi linier berganda. Dalam pengujian ditemukan validitas data setiap variabel memiliki rentang nilai 0,162 sampai dengan 0,791. Sedangkan, reliabilitas data untuk setiap variabel memiliki rentang nilai sebesar 0,817 sampai dengan 0,823. Kemudian, hasil penelitian menemukan bahwa variabel efikasi diri berpengaruh terhadap kematangan emosi dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Hal ini dikarenakan siswa-siswa pada SMA N 5 Semarang memiliki kepercayaan diri lebih atau memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi mengenai kemampuan mereka dalam menyelesaikan setiap tugas yang Guru berikan atau juga dalam kegiatan bersosialisasi. Kemudian, dukunagn sosial juga berpengaruh terhadap kematangan emosi, dikarenakan mereka merasa bahwa mereka dicintai, diperhatikan, dihargai, dan dihormati, serta dilibatkan dalam jaringan komunikasi dan kewajiban sosial secara timbal balik.
Pengaruh Mindfulness Terhadap Resiliensi Pada Siswa Remaja SMP Windi Fatika Sari; Eem Munawaroh
Jurnal Bimbingan dan Konseling Indonesia Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Bimbingan dan Konseling Indonesia
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jurnal_bk.v7i2.1210

Abstract

This study aims to determine the effect of mindfulness on resilience in State Junior High School students.This type of research is ex post facto, while the design of this research is descriptive correlation with quantitative methods. The total population is 1095 students and the sample is 293 students in State Junior High Schools in East Semarang District. The sampling technique used proportional random sampling while the data collection tool used a mindfulness scale and a resilience scale. The data analysis technique used in hypothesis testing is multiple regression analysis.The results of this study indicate that mindfulness has a positive and significant effect on resilience in junior high school students in East Semarang district with a value of (β = 0.678, p <0.05). That is, mindfulness affects resilience by 67.8%. The higher the mindfulness, the higher the resilience of students. Therefore, a guidance and counseling service program is needed to improve students' mindfulness and academic resilience. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mindfulness terhadap resiliensi pada siswa SMP. Jenis penelitian ini yaitu expost facto, sedangkan desain penelitian ini yaitu deskriptif korelasional dengan metode kuantitatif. Jumlah populasi sebanyak 1095 siswa dan sampel sebanyak 293 siswa di SMP Negeri Se-Kecamatan Semarang Timur. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling sedangkan alat pengambilan data menggunakan skala mindfulness dan skala resiliensi. Teknik analisis data yang digunakan dalam pengujian hipotesis yaitu analisis regresi berganda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa mindfulness memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap resiliensi pada siswa SMP Negeri Se-kecamatan Semarang Timur dengan nilai sebesar (β=0,678, p<0,05). Artinya, mindfulness mempengaruhi resiliensi sebesar 67,8%. Semakin tinggi mindfulness maka semakin tinggi resiliensi siswa. Oleh karena itu, diperlukan program layanan bimbingan dan konseling untuk meningkatkan mindfulness siswa dan resiliensi akademik. Kata kunci: mindfulness., resiliensi., remaja SMP.
Pengaruh Self Compassion dan Dukungan Sosial Terhadap Resiliensi Remaja Panti Asuhan Nur Safitri; Eem Munawaroh
Jurnal Bimbingan dan Konseling Indonesia Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Bimbingan dan Konseling Indonesia
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jurnal_bk.v7i2.1449

Abstract

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian ex post facto kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Sampel penelitian ini berjumlah 74 remaja panti asuhan di Kecamatan Gunungpati yang diambil dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala self compassion, skala dukungan sosial dan skala resiliensi. Penelitian ini menggunakan dua teknik analisis data yaitu analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan self compassion remaja panti asuhan berada pada kategori sedang (M=7,26; SD=7,06). Dukungan sosial remaja panti asuhan berada pada kategori sedang (M=70,30; SD=9,02). Resiliensi remaja panti asuhan berada pada kategori sedang (M=96,04; SD=11,34). Hasil uji regresi linear berganda menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara self compassion dan dukungan sosial terhadap resiliensi remaja panti asuhan di Kecamatan Gunungpati. Dan besarnya pengaruh self compassion dan dukungan sosial terhadap resiliensi adalah sebesar 36,5. Semakin tinggi self compassion dan dukungan sosial maka semakin tinggi resiliensi remaja panti asuhan. Oleh karena itu, diperlukan program layanan bimbingan dan konseling untuk meningkatkan self compassion dan dukungan sosial.
Hubungan antara Self-Compassion dengan School Well-Being Pada Siswa SMA Alma Dwi Afina; Eem Munawaroh
Jurnal Bimbingan dan Konseling Indonesia Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Bimbingan dan Konseling Indonesia
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jurnal_bk.v7i2.1457

Abstract

The purpose of this study was to determine the relationship between self-compassion and school well-being in high school students in the District of Grabag. The type of research used is quantitative research with ex post facto research design. The data collection tools used are the Self-Compassion Scale and the School Well-Being Scale. The sampling technique used a proportional stratified random sampling technique. Then the hypothesis testing is using Spearman rank correlation analysis. The self-compassion scale consists of 23 items and has a reliability value of 0.810. Furthermore, the School Well-Being Scale consists of 31 items with a reliability value of 0.776. Self-compassion for high school students in Grabag District is in the moderate category (M = 66.53; SD = 7.90) and school well-being for high school students in Grabag District is in the medium category (M = 83.79; SD = 7.68). The results of the Spearman rank correlation test showed that R = 0.497, R2 = 0.235, p <0.05, which indicates that self-compassion has a relationship with school well-being in high school students in Grabag District. Self-compassion has a contribution of 23.5%. Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara self-compassion dengan school well-being pada siswa SMA di Kecamatan Grabag. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian ex post facto. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah Skala Self-Compassion dan Skala School Well-Being. Teknik sampel menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Kemudian pengujian hipotesis yaitu menggunakan analisis korelasi spearman rank. Skala Self-Compassion berjumlah 23 item memiliki nilai reliabilitas 0,810. Selanjutnya Skala School Well-Being berjumlah 31 item memiliki nilai reliabilitas 0,776. Self-compassion pada siswa SMA di Kecamatan Grabag berada pada kategori sedang (M = 66,53 ; SD = 7,90) dan school well-being pada siswa SMA di Kecamatan Grabag berada pada kategori sedang (M = 83,79 ; SD = 7,68). Pada hasil uji korelasi spearman rank diperoleh hasil yaitu R = 0,497, R2 = 0,235, p < 0,05, yang menunjukkan bahwa self-compassion terdapat hubungan dengan school well-being pada siswa SMA di Kecamatan Grabag. Self-compassion memiliki kontribusi sebesar 23,5%.
Subjective Well-Being Siswa Ditinjau dari Virtue Temperance dan Coping Stress Yuti Munica; Eem Munawaroh
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 3 (2022): Teraputik: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/teraputik.53873

Abstract

Penelitian ini berujuan untuk: (1) mengetahui gambaran tingkat temperance pada siswa SMK, (2) mengetahui tingkat coping stress, (3) mengetahui gambaran pengaruh virtue temperance dan coping stress pada siswa SMK di Purwokerto. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasional. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan skala psikologi dengan instrument Subjective Well-Being yang mengadaptasi dari Flourishing Scale (FS), Scale Positif and Negative Experience (SPANE) dengan jumlah butir pernyataan 14 item, skala temperance sebanyak 17 item, dan coping stress sebanyak 12 item. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMK Negeri 1 Purwokerto, siswa SMK Negeri 2 Purwokerto, dan siswa SMK Negeri 3 Purwokerto dengan jumlah sampel sebanyak 289 yang ditentukan dengan teknik cluster sampling. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif menggambarkan tingkat virtue temperance, coping stress dan subjective well-being. Pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi linear ganda untuk mengetahui pengaruh virtue temperance dan coping stress terhadap subjective well-being siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara virtue temperance dan coping stress terhadap subjective well-being siswa. Implikasi penelitian ini terhadap Bimbingan dan Konseling yaitu menjadi rujukan dalam mengembangkan kelimuan bimbingan dan konseling di sekolah khususnya yang berkaitan dengan subjective well-being serta sebagai rujukan dalam Menyusun layanan bimbingan dan konseling guna meningkatkan subjective well-being maupun karakter positif siswa