Latar belakang: Penggunaan teori kritis sebagai alatpengkajian dalam penelitian ini disebabkan oleh adanyapersoalan tentang penggunaan kata-kata dalam iklan rokokdjarum 76.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk: 1). Memaparkanpemaknaan iklan rokok djarum 76 dengan menggunakanpendekatan analisis wacana kritis. 2). Memaparkan maknasosial dari pemaknaan penggunaan kata-kata dalam iklanrokok djarum 76 di masyarakat umum.Metode: Kajian ini merupakan pendekatan wacana kritisdengan metode deskriptif analitis. Penelitian deskriptifanalitis adalah suatu bentuk penelitian yang ditujukan untukmendeskripsikan fenomena-fenomena yang ada, baikfenomena alamiah maupun fenomena buatan manusia. Kajianini juga terbatas hanya pada produk rokok djarum 76 yangterdapat dalam iklan.Hasil: Iklan rokok djarum 76 memiliki kata-kata yang khasdalam penyajiannya. Sehingga menimbulkan kesan humor,namun disisi lain ada sesuatu makna yang sebenarnya tersiratdi dalamnya. Kata-kata yang dipakai pun selalu lekat dengantelinga masyarakat dan disesuaikan dengan kondisi yang ada.Iklan rokok djarum bahkan bisa dikatakan pemilik jargon“wani piro?’, “kuberi satu permintaan” dan dengan omjinnya yang memiliki gaya khas yang tidak dimiliki oleh iklanrokok lain. Iklan rokok djarum menggunakan kata-kata yangsangat menyesuaikan dengan kondisi bahkan banyak terdapatkritikan sosial di dalam kata-kata tersebut.
Copyrights © 2019