Latar belakang: pengetahuan melakukan self management yang tepat dibutuhkan oleh penderita gagal jantung untuk mengoptimalkan kodisi fisik dan psikologi yang menurun akibat kegagalan jantung menjalankan fungsinya memompa darah. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pelaksanaan edukasi yang dilakukan oleh perawat selama pasien menjalani rawat inap dengan kemampuan melakukan self management penderita gagal jantung. Metode: penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain korelasi dilakukan pada 113 penderita gagal jantung yang dipilih berdasarkan kriteria seleksi yang telah ditetapkan. Kemampuan melakukan self management diukur menggunakan instrument Self Care Heart Failure Index (SCHFI). Hasil: uji statistik menggunakan korelation product person didapatkan hasil p-value 0,06; CI 95% dengan koefisiaen kerelasi sebesar 0,257. Diskusi: kemampuan melakukan self management tidak hanya dipengaruhi oleh pengetahuan tetapi dipengaruhi pula oleh faktor lain seperti karakteristik individu, status fungsional, faktor komorbid dan lama menderita gagal jantung. Kesimpulan: Berdasarkkan hasil uji statistik dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang lemah antara pelaksanaan edukasi dengan kemampuan melakukan self management pada penderita gagal jantung.
Copyrights © 2019