Seseorang dikatakan berstatus janda apabila ia ditinggal pasangan hidupnya karena perceraian atau ditinggal mati. Hal ini berdampak pada status sosial dan situasi hidup yang baru salah satunya berkaitan dengan aspek perekonomian. Ada fenomena di mana para ibu yang mengemban status janda mampu menafkahi, bahkan menyekolahkan anak-anak. Fenomena ini menjadi titik fokus untuk menemukan makna pengalaman janda Katolik dengan menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis Moustakas, yang didukung dengan teknik pengumpulan data yakni wawancara mendalam dan studi kepustakaan. Pertanyaan penelitian utama yang dibahas dalam tulisan ini adalah: Apa arti fenomenologis dari pengalaman ibu yang berstatus janda? Partisipan dari penelitian ini adalah lima orang umat Katolik yang sudah berstatus janda selama lima tahun atau lebih dan memiliki anak yang harus ditanggung. Temuan dari penelitian ini, yaitu: para partisipan mampu memperjuangkan anak-anaknya, memperjuangkan dirinya, mampu menghadapi berbagai persoalan hidup dan semakin beriman. Semua ini sungguh menunjukkan jati diri mereka sebagai seorang ibu yang sungguh memiliki keibuan.
Copyrights © 2023