Air tawar di kapal bermanfaat untuk berbagai keperluan awak kapal seperti minum, mandi, mencuci, memasak, dan kebutuhan operasional kapal. Kebutuhan air tawar di kapal dapat dipenuhi dari supply air tawar dari darat, tetapi untuk mengatasi kekurangan air tawar selama kapal berlayar dapat  dipenuhi dari produksi mesin Fresh Water Generator (FWG) yang berfungsi untuk mengubah air laut menjadi air tawar melalui proses penguapan dan proses pendinginan. Kegagalan fungsi peralatan FWG dapat menurunkan produksi air tawar sehingga dengan metode pendekatan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mengindikasi dan menentukan prioritas kegagalan fungsi mesin Fresh Water Generator. Berdasarkan hasil mitigasi risiko dengan metode pendekatan FMEA dapat diketahui bahwa kejadian risiko kegagalan fungsi peralatan mesin FWG yang termasuk dalam prioritas risiko tertinggi sebesar 26,83 % dengan nilai Risk Priority Number sebesar 222,00 adalah evaporator tersumbat dengan faktor risiko jumlah uap yang diihasilkan heater dari pemanasan air laut pada mesin FWG menurun.
Copyrights © 2023