Latar Belakang: Plantar fasciitis sering terjadi pada usia 40-70 tahun, namun bisa kurang dari 40 tahun jika mengalami kelainan bentuk kaki yaitu telapak kaki rata dan sering dialami wanita. Sebanyak 43% terjadi pada pekerja yang berdiri lebih dari 6 jam. 70% terjadi pada orang yang kelebihan berat badan atau obesitas dan lebih dari 50% pada orang berusia di atas 50 tahun. Wall stretch dan cross friction diketahui mampu mengurangi gangguan gerak dan fungsi kaki akibat plantar fasciitis. Tujuan: Mengetahui perbedaan pengaruh Wall Stretch dan Cross Friction terhadap Gangguan Gerakan dan Fungsi Kaki Akibat Plantaris Fasciitis. Metode: Penelitian ini dilakukan pada 20 responden yang dibagi menjadi dua kelompok. Masing-masing kelompok diberikan tindakan Wall stretch dan cross friction. Penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan rancangan pretest and posttest design. Hasil : Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan Paired Sample T-Test. Hasil Uji normalitas data berdistribusi normal, uji homogenitas data berdistribusi homogen. Sedangkan hasil Uji hipotesis didapatkan nilai p = 0,001 berarti baik intervensi Wall stretch maupun cross friction sama-sama dapat mengurangi gangguan gerak dan fungsi kaki akibat fasciitis plantaris. Namun, kedua intervensi tersebut tidak memiliki perbedaan skor FAAM yang signifikan. Saran: Penggunaan intervensi pada kondisi plantar fasciitis sebaiknya dikombinasikan dengan elektroterapi agar dapat memaksimalkan treatment.Kata Kunci: Plantar fasciitis, Skor FAAM, Wall stretch, dan cross friction
Copyrights © 2023