Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

LATIHAN ANKLE STRATEG MENINGKATKAN KEMAMPUAN KESEIMBANGAN STATIS PADA PASIEN OSTEOARTHRITIS GENU Haryoko, Imam; Bustam, Ika Guslanda
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 11, No 1 (2019): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v11i1.272

Abstract

Latar belakang: Lutut mempunyai fungsi yang sangat penting, maka penanganan Osteoarthritis genu harus diusahakan  secara  optimal untuk dapat mengurangi dampak buruk seperti kehilangan keseimbangan statis atau kemampuan untuk berdiri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek dari latihan ankle strategi terhadap peningkatan keseimbangan statis pada pasien dengan diagnose osteoarthritis genu. Metode: Penelitian merupakan pra eksperiment (one group pre post test design), terdapat 28 sample berusia 30-60 tahun dengan diagnosis orteoratitis genu yang memiliki gangguan keseimbangan. Sample dipilih dengan metode purposive (consecutive) sampling. Data diperoleh melalui pengukuran dengan observasi keseimbangan statis dengan One Leg Standing (OLS), data di analisis dengan uji t paired. Hasil: Penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan terhadap kemampuan statis pasien sebelum dan setelah rutin mendapatkan intervensi ankle strategy exercise p-value 0.000. Saran: Gangguan keseimbangan statis pada pasien osteoarthritis genu dapat diberikan intervensi fisioterapi berupa ankle strategy exercise.  Kata Kunci: Osteoarthritis, Keseimbangan statis, One Leg Standing Score, Ankle Strategy Exercise
PERBEDAAN PENGARUH MICROWAVEDIATHERMY DAN THERABANDEXERCISE TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT QUADRICEPSFEMORIS PADA KONDISI OSTEOARTHRITISGENUBILATERAL Haryoko, Imam; Juliastuti, Juliastuti
Masker Medika Vol 4 No 1 (2016): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeteksi intervensi pengaruh p microwave diathermy dengan latihan Theraband terhadap kekuatan otot quadriceps ditingkatkan femoris dalam kondisi osteoartritis genu bilateral. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang yang selama 1 bulan di Juli-Agustus 2015. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuasi eksperimental dengan kelompok pre dan post test. Sampel penelitian menggunakan metode purposive sampling sebanyak 16 sampel dibagi menjadi dua kelompok perlakuan masing-masing kelompok berisi dengan 8 sampel. Penelitian mendapat hasil ada perbedaan antara MWD dengan latihan Theraband terhadap kekuatan otot quadriceps ditingkatkan femoris dalam kondisi osteoartritis genu bilateral. The purpose of this study was to detect intervention gift influence difference microwave diathermy with theraband exercise towards muscle strength enhanced quadriceps femoris in condition osteoarthritis genu bilateral. This research is done at Muhammadiyah Hospital Palembang that during 1 month in Juli-Agustus 2015. This research used quasi experimental research design with pre and post test group design. With purposive sampling methode 16 samples were divided into two treatment groups each group contains with 8 samples. Research gets result there is a difference between MWD with theraband exercise towards muscle strength enhanced quadriceps femoris in condition osteoarthritis genu bilateral.
PENGARUH PENYULUHAN DENGAN LEAFLET TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG BAHAYA MEROKOK PASIEN HIPERTENSI DI RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH PALEMBANG TAHUN 2014 Haryoko, Imam
Masker Medika Vol 8 No 1 (2020): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v8i1.366

Abstract

Latar belakang: Penyakit Hipertensi secara signifikan berhubungan dengan stroke ischemic dan merokok. Mengisap sebatang rokok dalam jangka waktu yang lama juga memberi pengaruh besar terhadap naikya tekanan darah. Hal ini dikarenakan asap rokok mengandung kurang lebih 4000 bahan kimia yang 200 diantaranya beracun dan 43 jenis lainnya.maka dengan berhenti merokok dapat mengurangi resiko Hipertensi. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis determinan pengetahuan dan sikap tentang bahaya merokok kepada Pasien Hipertensi Di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang Tahun 2014. Desain penelitian ini adalah quasi ekperimen, populasinya semua Pasien Hipertensi Perokok yang datang berobat di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang. Alokasi sampel kedalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dilakukan dengan teknik Purposive sampling sebanyak 64 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Adapun sumber dana menggunakan dana penelitian pribadi sehingga kemungkinan conflict of interest menjadi tidak ada. Hasil penelitian: menunjukkan adanya perbedaan Pengetahuan yang bermakna antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan nilai signifikansi sebesar 0,00 <0,05. Sedangkan nilai perbedaan sikap sebesar 0,002 <0.05. Perbedaan rata-rata hanya terdapat pada Pengetahuan dan Sikap pada kelompok Penyuluhan dengan leaflet. Kesimpulan: Pada penelitian ini membuktikan bahwa penyuluhan dengan leaflet lebih berpengaruh dalammeningkatkan pengetahuan dan sikap akan bahaya merokok dibandingkan dengan penyuluhan tanpa leaflet. Background: Hypertension is significantly associated with ischemic stroke and smoking. Smoking a cigarette for a long time also has a big influence on the increase in blood pressure. This is because cigarette smoke contains approximately 4000 chemicals, 200 of which are poisonous and 43 other types. So by stopping smoking can reduce the risk of hypertension. The purpose of this study was to analyze the determinants of knowledge and attitudes about the dangers of smoking to hypertension patients at the Muhammadiyah Hospital in Palembang in 2014. The design of this study was a quasi-experimental, population of all smoker hypertension patients who came for treatment at the Internal Medicine Polyclinic of the Muhammadiyah Hospital in Palembang. Sample allocation into the experimental group and the control group was done by purposive sampling technique of 64 respondents. Data collection using a questionnaire. The source of funds using personal research funds so that the possibility of conflict of interest does not exist. The results of the study: showed a significant difference in knowledge between the experimental and control groups with a significance value of 0.00 <0.05. While the value of the difference in attitude of 0.002 <0.05. The average difference is only found in Knowledge and Attitudes in the Extension group with leaflets. Conclusion: This study proves that counseling with leaflets ismore influential in increasing knowledge and attitudes about the dangers of smoking compared to counseling without leaflets.
PERBEDAAN PENAMBAHAN HOLD RELAX STRETCHING PADA INTERVENSI ULTRASOUND TERHADAP GANGGUAN GERAK DAN FUNGSI EKSTREMITAS BAWAH AKIBAT PIRIFORMIS SYNDROME Imam Haryoko
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 3: Februari 2019 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.009 KB) | DOI: 10.36729/jam.v3i2.175

Abstract

Latar belakang: Aktivitas sehari-hari dan gaya hidup saat ini sangat berpengaruh terhadap kesehatanmasyarakat,terutama pada saat melakukan aktivitas yang melibatkan kontraksi dari otot tersebutsecara berulang. Pemakaian ototyang dilakukan secara terus menerus dapat menyebabkan otot bekerjasecara overload, yang akan menimbulkan spasme, terutama pada kasus piriformis syndrome. Tujuan:dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Perbedaan penambahan Hold Relax Stretchingpadaintervensi Ultrasound terhadap gangguan gerak dan fungsi ekstremitas bawah akibat PiriformisSyndrome. Metode: Metode penelitian ini bersifat kuasi eksperimental pre and post test group designdengan tekhnik pengambilan sampel purposive sampling. Populasi adalah karyawan di Rumah SakitMuhammadiyah Palembang masing-masing perlakuan selama 6 kali dalam 2 minggu pada bulan Juli2018.Dengan perhitungan rumus Pocock diperoleh 16 orang dibagi menjadi 2 kelompok masingmasing8 orang. Kelompok kontrol dengan Ultrasound, kelompok perlakuan dengan penambahanHold relax Stretching. Hasil: diperoleh pengumpulan data dilakukan dengan mengukur nilai Skalanyeri menggunakan skala VAS (verbal analogue scale) pada saat sebelum dan setelah perlakuan.Kesimpulan: Ada perbedaan penambahan Hold Relax Stretching padaintervensi Ultrasound terhadapgangguan gerak dan fungsi ekstremitas bawah akibat Piriformis Syndrome.Kata Kunci: Piriformis Syndrome, Ultrasound, Hold Relax Stretching,nyeri.
PERBEDAAN TRANSCUTANEOUS ELECTRICAL NERVE STIMULATION(TENS) DENGAN NEURO MUSCULARTAPING (NMT) PADA PENURUNAN NYERI PINGGANG AKIBAT HERNIA NUCLEUS PULPOSUS DERAJAT I Imam Haryoko
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 6, No 1: Februari 2021 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v6i1.580

Abstract

Latar Belakang: Nyeri punggung bawah merupakan 1 dari 10 penyakit terbanyak di AS dengan angka prevalensi berkisar antara 7,6-37% insiden pada usia 45-60 tahun. Nyeri punggung bawah terjadi pada setiap umur, frekuensi paling sering terjadi pada usia pertengahan antara 45-65 tahun. Salah satu penyebab nyeri punggung bawah umumnya karena adanya trauma atauposisi yang kurang tepat saat membungkuk dan memungut barang dibawah sehingga menyebabkan terjadinya Hernia Nucleus Pulposus (HNP). Salah satu diantara upaya pelayanan kesehatan yang dapat melakukan tindakan medis pada kondisi tersebut adalah fisioterapi. Pada kasus hernia nucleus pulposus (HNP) ini ditemukan keluhan berupa adanya nyeri, keterbatasan gerak dan gangguan fungsi lumbal sehingga metode yang cocok digunakan pada kasus ini adalah Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) dan Neuromuscular Tapping (NMT). Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan Transcutaneous Electrical Nerve Stmilation (TENS) dan Neuromuscular Taping (NMT) terhadap penurunan nyeripinggang akibat Hernia Nucleus Pulposus Derajat 1. Metode: Penelitian ini dilakukan selama 2 minggu pada bulan November 2020. Teknik pengambilan sampel dengan metode purposive sampling dari pasien poliklinik fisioterapi RS Muhammadiyah Palembang yang terindikasi hernia nucleus pulposus derajat I. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 9 orang. Kelompok perlakuan 1 diberikan transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS), kelompok perlakuan 2 neuro muscular taping (NMT). Hasil: Rata-rata VAS sebelum TENS adalah 6.89 setelahnya 2.44. Rata-rata VAS sebelum NMT adalah 6.67 setelahnya menjadi 4.00. VAS pre selisih kedua intevensi tersebut 4.44 sedangkan selisih post 2.67. Dari hasil analisis data didapatkan perbedaan yang signifikan dari selisih kedua intervensi tersebut (p-value= 0.000). Berdasarkan nilai sig = 0,000 (sig < 0,05), berarti Ho ditolak dan bermakna ada perbedaan transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS) dengan neuro muscular taping (NMT) pada gangguan gerak dan fungsi lumbal akibat hernia nucleus pulposus derajat I. Saran: Pasien dianjurkan mengikuti saran dari fisioterapis terkait aktivitas sehari-hari dan untuk latihan mandiri dirumah. Kata Kunci: Hernia Nucleus Pulposus (HNP), Transcutaneous Electrical Nerve Stmilation(TENS), Neuromuscular Taping (NMT), Visual Analogue Scale (VAS)
PERBEDAAN PENGARUH MICROWAVEDIATHERMY DAN THERABANDEXERCISE TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT QUADRICEPSFEMORIS PADA KONDISI OSTEOARTHRITISGENUBILATERAL Imam Haryoko; Juliastuti Juliastuti
Masker Medika Vol 4 No 1 (2016): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeteksi intervensi pengaruh p microwave diathermy dengan latihan Theraband terhadap kekuatan otot quadriceps ditingkatkan femoris dalam kondisi osteoartritis genu bilateral. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang yang selama 1 bulan di Juli-Agustus 2015. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuasi eksperimental dengan kelompok pre dan post test. Sampel penelitian menggunakan metode purposive sampling sebanyak 16 sampel dibagi menjadi dua kelompok perlakuan masing-masing kelompok berisi dengan 8 sampel. Penelitian mendapat hasil ada perbedaan antara MWD dengan latihan Theraband terhadap kekuatan otot quadriceps ditingkatkan femoris dalam kondisi osteoartritis genu bilateral. The purpose of this study was to detect intervention gift influence difference microwave diathermy with theraband exercise towards muscle strength enhanced quadriceps femoris in condition osteoarthritis genu bilateral. This research is done at Muhammadiyah Hospital Palembang that during 1 month in Juli-Agustus 2015. This research used quasi experimental research design with pre and post test group design. With purposive sampling methode 16 samples were divided into two treatment groups each group contains with 8 samples. Research gets result there is a difference between MWD with theraband exercise towards muscle strength enhanced quadriceps femoris in condition osteoarthritis genu bilateral.
PENGARUH PENYULUHAN DENGAN LEAFLET TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG BAHAYA MEROKOK PASIEN HIPERTENSI DI RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH PALEMBANG TAHUN 2014 Imam Haryoko
Masker Medika Vol 8 No 1 (2020): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v8i1.366

Abstract

Latar belakang: Penyakit Hipertensi secara signifikan berhubungan dengan stroke ischemic dan merokok. Mengisap sebatang rokok dalam jangka waktu yang lama juga memberi pengaruh besar terhadap naikya tekanan darah. Hal ini dikarenakan asap rokok mengandung kurang lebih 4000 bahan kimia yang 200 diantaranya beracun dan 43 jenis lainnya.maka dengan berhenti merokok dapat mengurangi resiko Hipertensi. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis determinan pengetahuan dan sikap tentang bahaya merokok kepada Pasien Hipertensi Di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang Tahun 2014. Desain penelitian ini adalah quasi ekperimen, populasinya semua Pasien Hipertensi Perokok yang datang berobat di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang. Alokasi sampel kedalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dilakukan dengan teknik Purposive sampling sebanyak 64 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Adapun sumber dana menggunakan dana penelitian pribadi sehingga kemungkinan conflict of interest menjadi tidak ada. Hasil penelitian: menunjukkan adanya perbedaan Pengetahuan yang bermakna antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan nilai signifikansi sebesar 0,00 <0,05. Sedangkan nilai perbedaan sikap sebesar 0,002 <0.05. Perbedaan rata-rata hanya terdapat pada Pengetahuan dan Sikap pada kelompok Penyuluhan dengan leaflet. Kesimpulan: Pada penelitian ini membuktikan bahwa penyuluhan dengan leaflet lebih berpengaruh dalammeningkatkan pengetahuan dan sikap akan bahaya merokok dibandingkan dengan penyuluhan tanpa leaflet. Background: Hypertension is significantly associated with ischemic stroke and smoking. Smoking a cigarette for a long time also has a big influence on the increase in blood pressure. This is because cigarette smoke contains approximately 4000 chemicals, 200 of which are poisonous and 43 other types. So by stopping smoking can reduce the risk of hypertension. The purpose of this study was to analyze the determinants of knowledge and attitudes about the dangers of smoking to hypertension patients at the Muhammadiyah Hospital in Palembang in 2014. The design of this study was a quasi-experimental, population of all smoker hypertension patients who came for treatment at the Internal Medicine Polyclinic of the Muhammadiyah Hospital in Palembang. Sample allocation into the experimental group and the control group was done by purposive sampling technique of 64 respondents. Data collection using a questionnaire. The source of funds using personal research funds so that the possibility of conflict of interest does not exist. The results of the study: showed a significant difference in knowledge between the experimental and control groups with a significance value of 0.00 <0.05. While the value of the difference in attitude of 0.002 <0.05. The average difference is only found in Knowledge and Attitudes in the Extension group with leaflets. Conclusion: This study proves that counseling with leaflets ismore influential in increasing knowledge and attitudes about the dangers of smoking compared to counseling without leaflets.
PENGARUH LAMA MENGAJAR MENGGUNAKAN MEDIA LAPTOP TERHADAP TERJADINYA MYOFACIAL PAIN SINDROME REGIO UPPER BACK MUSCLES PADA DOSEN IKEST MUHAMMADIYAH PALEMBANG juliastuti juliastuti juliastuti; Imam Haryoko
Masker Medika Vol 10 No 1 (2022): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v10i1.469

Abstract

Background: Myofascial pain syndrome (MTPS) is a condition with many collections of signs and symptoms caused by damage to the structure of fascia and muscle tissue. Some of the signs and symptoms include trigger points in the hyperirritated muscle region and hypersensitivity to the link bands in muscles with myofascial pain syndrome, which will feel painful when pressed, and there are specific characteristics, namely Referred Pain, Motor Dysfunction, and Autonomic Phenomena. . Purpose : This study aims to determine the effect of teaching time using laptop media on Myofascial pain syndrome Upper back muscles at IKesT Muhammadiyah Palembang lecturers. Methods: The research was conducted observationally using the Cross Sectional (Chi Square) analytic method with a Point Time Approach design. Results: The results of the study obtained p value = 0.004 it can be concluded that the difference in the proportion of the incidence of teaching time using a laptop on the occurrence of MTPS complaints. The conclusion of this research is that there is a relationship between the length of time teaching using a laptop to the occurrence of Myofascial Pain Syndrome. Recommendations for this research can be continued with research with treatment of respondents Keywords: Long Teaching Time, Myofascial Pain Syndrome
PERBEDAAN TRANSCUTANEOUS ELECTRICAL NERVE STIMULATION(TENS) DENGAN NEURO MUSCULARTAPING (NMT) PADA PENURUNAN NYERI PINGGANG AKIBAT HERNIA NUCLEUS PULPOSUS DERAJAT I Imam Haryoko
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 6, No 1: Februari 2021 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v6i1.944

Abstract

Latar Belakang: Nyeri punggung bawah merupakan 1 dari 10 penyakit terbanyak di AS dengan angka prevalensi berkisar antara 7,6-37% insiden pada usia 45-60 tahun. Nyeri punggung bawah terjadi pada setiap umur, frekuensi paling sering terjadi pada usia pertengahan antara 45-65 tahun. Salah satu penyebab nyeri punggung bawah umumnya karena adanya trauma atauposisi yang kurang tepat saat membungkuk dan memungut barang dibawah sehingga menyebabkan terjadinya Hernia Nucleus Pulposus (HNP). Salah satu diantara upaya pelayanan kesehatan yang dapat melakukan tindakan medis pada kondisi tersebut adalah fisioterapi. Pada kasus hernia nucleus pulposus (HNP) ini ditemukan keluhan berupa adanya nyeri, keterbatasan gerak dan gangguan fungsi lumbal sehingga metode yang cocok digunakan pada kasus ini adalah Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) dan Neuromuscular Tapping (NMT). Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan Transcutaneous Electrical Nerve Stmilation (TENS) dan Neuromuscular Taping (NMT) terhadap penurunan nyeripinggang akibat Hernia Nucleus Pulposus Derajat 1. Metode: Penelitian ini dilakukan selama 2 minggu pada bulan November 2020. Teknik pengambilan sampel dengan metode purposive sampling dari pasien poliklinik fisioterapi RS Muhammadiyah Palembang yang terindikasi hernia nucleus pulposus derajat I. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 9 orang. Kelompok perlakuan 1 diberikan transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS), kelompok perlakuan 2 neuro muscular taping (NMT). Hasil: Rata-rata VAS sebelum TENS adalah 6.89 setelahnya 2.44. Rata-rata VAS sebelum NMT adalah 6.67 setelahnya menjadi 4.00. VAS pre selisih kedua intevensi tersebut 4.44 sedangkan selisih post 2.67. Dari hasil analisis data didapatkan perbedaan yang signifikan dari selisih kedua intervensi tersebut (p-value= 0.000). Berdasarkan nilai sig = 0,000 (sig < 0,05), berarti Ho ditolak dan bermakna ada perbedaan transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS) dengan neuro muscular taping (NMT) pada gangguan gerak dan fungsi lumbal akibat hernia nucleus pulposus derajat I. Saran: Pasien dianjurkan mengikuti saran dari fisioterapis terkait aktivitas sehari-hari dan untuk latihan mandiri dirumah. Kata Kunci: Hernia Nucleus Pulposus (HNP), Transcutaneous Electrical Nerve Stmilation(TENS), Neuromuscular Taping (NMT), Visual Analogue Scale (VAS)
PERBEDAAN PENAMBAHAN HOLD RELAX STRETCHING PADA INTERVENSI ULTRASOUND TERHADAP GANGGUAN GERAK DAN FUNGSI EKSTREMITAS BAWAH AKIBAT PIRIFORMIS SYNDROME Imam Haryoko
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 3: Februari 2019 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v3i1.959

Abstract

Latar belakang: Aktivitas sehari-hari dan gaya hidup saat ini  sangat berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat,terutama pada saat melakukan aktivitas yang melibatkan  kontraksi  dari   otot  tersebut  secara  berulang. Pemakaian ototyang dilakukan secara terus menerus dapat menyebabkan otot bekerja secara overload, yang akan menimbulkan spasme, terutama pada kasus piriformis syndrome. Tujuan :dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Perbedaan penambahan Hold Relax Stretching padaintervensi Ultrasound terhadap gangguan gerak dan fungsi ekstremitas bawah akibat Piriformis Syndrome. Metode: Metode penelitian ini bersifat kuasi eksperimental pre and post test group design dengan tekhnik pengambilan sampel purposive sampling. Populasi adalah karyawan di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang masing-masing perlakuan selama 6 kali dalam 2 minggu pada bulan Juli 2018.Dengan perhitungan rumus Pocock diperoleh 16 orang dibagi menjadi 2 kelompok masing-masing 8 orang. Kelompok kontrol dengan Ultrasound, kelompok perlakuan dengan penambahan Hold relax Stretching. Hasil: diperoleh pengumpulan data dilakukan dengan mengukur nilai Skala nyeri menggunakan skala VAS (verbal analogue scale) pada saat sebelum dan setelah perlakuan. Kesimpulan: Ada perbedaan penambahan Hold Relax Stretching padaintervensi Ultrasound terhadap gangguan gerak dan fungsi ekstremitas bawah akibat Piriformis Syndrome.Kata Kunci: Piriformis Syndrome, Ultrasound, Hold Relax Stretching,nyeri.