Widya Aksara: Jurnal Agmaa Hindu
Vol 28 No 2 (2023)

EFEK IKLIM EKSTREM DALAM KEHIDUPAN

I Nyoman Warta (Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten Jawa Tengah)



Article Info

Publish Date
15 Sep 2023

Abstract

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa cuaca ekstrim merupakan suatu fenomena alam yang tidak normal dan tidak lazim yang ditandai oleh kondisi curah hujan, arah dan kecepatan angin, suhu udara, kelembaban udara, dan jarak pandang yang dapat mengakibatkan kerugian terutama keselamatan. Peningkatan fenomena cuaca ekstrim merupkan dampak dari perubahan ilkim yang sedang terjadi di seluruh Dunia. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologin dan Geofisika, wikorita Karbawati, menyebutkan bahwa peningkatan suhu udara menjasi lebih panas, siklus hidrologi (daur air) yang terganggu dan tingginya angka bencana hidrometorologi seperti : Banjir, Tanah Longsor, dan kebakaran hutan, menjadi beberapa bukti peristiwa alam akibat perubahan iklim. Seperti Bulan juni-Juli Pendudduk India meninggal 1000 Jiwa karena suhu panas dan Pulau Dewata Bali mengali hujan lebat pada tanggal: 7 Juli 2023 dan menimbulkan bencana tanah longsor, banjir dan sebagainya. Sejak Revolusi Industri sekitar tahun 1800-an terjadi percepatan perubahan iklim dan suhu bumi meningkat dengan sangat cepat, terutama diakibatkan oleh factor manusia. Beberapa jenis gas didalam atmosfer Bumi menghalangi keluarnya panas matahari yang dipantulkan dan menjaganya di dalam atmosfir. Didalam menjaga kesucian dan keseimbangan alam semesta beserta isinya dalam ajaran Hindu ada enam landasan dasar yang mutlak dilaksanakan sebagai berikut: Jana Kerti upaya menegagkan kesucian atau keseimbangan diri sendiri, Jagat Kerti upaya menjaga kesucian dan keharmonisan hubungan manusia dengan alam dan semua mahluk hidup. Samudra Kerti upaya menjaga kesucian dan kelestarian pantai dan laut. Wana Kerti upaya untuk menjaga kesucian dan keharmonisan hutan dan pegunungan. Danu Kerti upaya untuk menjaga kesucian dan kelestarian sumber-sumber air tawar seperti Danau, berbagai sumber mata air dan sungai dan Atma Kerti upaya untuk menegagkan kesucian jiwa-jiwa yang telah meninggal dunia. Seperti yang telah dipelajari sebelunya, bahwa sejatinya agama Hindu banyak memiliki nilai-nilai atau ajaran untuk menjaga kelestarian alam dan mencegah terjadinya berbagai kerusakan dan perubahan iklmin ekstrim yang segnifikan. Salah satunya ajaran pokok agama Hindu yang paling esensial dan linier dengan isu perubahan kondisi lingkungan dalam ajaran Tri Hita Karana atau tiga penyebab kebahagiaa atau harmonisasi antara Sang Pencipta dengan manusia, (Parahyangan), Manusia dengan Manusia (Pawongan) dan Manusia dengan alam lingkungannya (Pelemahan). Konsep Tri Hita Karana apabila sebagai umat manusia tidak mampu merealisasikan dalam kehidupan sehari-hari, maka akan menjadi penyebab utama iklim ekstrem dalam berbagai penderitaan.

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

WidyaAksara

Publisher

Subject

Religion Humanities Education

Description

Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu merupakan Jurnal Sosial, Budaya dan Agama Hindu yang menerbitkan hasil penelitian atau pemikiran tentang studi agama dan studi sosial dan budaya menggunakan perspektif interdisipliner. Lingkup Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu adalah: Studi agama Hindu seperti ...