Penelitian difokuskan pada isu restorasi hutan tropis lembab basah di Pulau Kalimantan. Restorasi ini bertujuan untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dan keanekaragaman hayati. Akan tetapi, restorasi yang dilakukan terkadang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dengan sudut pandang dan kepentingan yang beragam. Dalam konteks ini, diperlukan pendekatan analisis yang komprehensif dan kritis untuk memahami diskursus restorasi tersebut. Pendekatan Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough merupakan salah satu pendekatan yang relevan. Penelitian ini menggunakan pendekatan tersebut untuk menganalisis diskursus tentang restorasi hutan tropis lembab basah di Pulau Kalimantan dengan tujuan mengungkap konstruksi bahasa, kekuasaan, dan ideologi yang mendasarinya. Melalui analisis dokumen kebijakan, program konservasi, dan dialog terkait, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana solusi berkelanjutan dalam konteks restorasi tersebut dipahami oleh pemangku kepentingan yang berbeda. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang pembingkaian solusi berkelanjutan dalam restorasi hutan tropis lembab basah di Pulau Kalimantan, yang dapat menjadi landasan penting dalam pengembangan kebijakan dan program restorasi yang lebih inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan di wilayah ini
Copyrights © 2023