Pendidikan moral dilakukan agar dapat membembentuk karakter siswa dan memperbaiki pendidikan di Indonesia. Pendidikan moral tidak hanya diterapkan pada mata pelajaran PKn dan agama melainkan pendidikan moral harus mampu menjadikan peserta didik berakhlak. Pendidikan moral masih sangat minim diaktualisasikan dalam kehidupan, kenyataannya masih banyak pergaulan bebas, judi online, tawuran, mabuk-mabukan dan masih banyak contoh kasus lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan bagaimana pendidikan moral siswa di SDN 29 Dompu (2) Untuk mengetahui bagaimana proses pendidikan moral dalam membentuk karakter Siswa dan, (3) Bagaimana Implikasi dari pendidikan moral dalam membentuk karakter siswa. Peneliti ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Dalam penelitian ini peneliti bertindak sebagai instrumen kunci. Adapun Sumber data yaitu, kepala dan guru. Tehnik pengumpulan data yang digunakan ada tiga antara lain; observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis dengan cara mereduksi data yang tidak relevan, memaparkan data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Konsep pendidikan moral di SDN 29 Dompu sudah sesuai dengan pandangan Imam Al-Ghazali yang menekankan pada pengajaran, keteladanan dan kognifistik. Selain itu, Imam Al-Ghazali juga memakai pendekatan behavioristik sebagai salah satu pendekatan dalam pendidikan yang dijalankan sehingga ada pendekatan yang baik antara guru dan murid. (2) Proses pendidikan moral yang diterapkan di tidak lepas dari metode seperti, ceramah, keteladanan, pembiasaan, metode nasehat, punishment dan reward. (3) Implikasi pendidikan moral yaitu dapat membawa perubahan yang baik, mulai dari kegiatan yang dilakukan siswa seperti sikap dan tutur kata yang baik.
Copyrights © 2023