Kegiatan mengirim, menyebarkan dan tukar menukar konten berkonotasi seksual merupakan bagian dari aktivitas seksual yang sering disebut dengan sex and texting (sexting). Mayoritas orang yang banyak terlibat dalam sexting adalah kalangan remaja dikarenakan masa tersebut remaja memiliki rasa ingin tau dan dorongan seksual yang cenderung meningkat. Kecenderungan remaja melakukan aktivitas sexting di media sosial dilatarbelakangi oleh beberapa hal yaitu meningkatkan kesenangan dan kepuasan, adanya pengakuan dari teman sebaya, diperoleh pasangan seksual, dan meningkatkan kualitas hubungan. Rasa keingintahuan remaja salah satunya menjadi seperti orang dewasa menyebabkan remaja akan melakukan apa yang sering dilakukan orang dewasa termasuk masalah seksualitas. Dalam penelitian ini tujuan yang ingin dicapai adalah untuk melihat pengaruh penggunaan media sosial terhadap sexting behavior pada remaja di kota Kendari, serta untuk melihat faktor-faktor apa saja yang melatarbelakangi terjadinya sexting behavior tersebut. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survey dan wawancara. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa sekolah menengah atas (SMA) dengan jumlah sampel sebanyak 192 orang dengan teknik random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner sexting yang telah disiapkan. Uji validitas dan reliabilitas digunakan untuk menguji instrument yang akan digunakan. Teknik analisis data menggunakan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan dan pengaruh yang signifikan antara media sosial yang digunakan kalangan remaja terhadap perilaku sexting dikehidupan sehari-harinya. Pengaruh tersebut ditunjukkan berdasarkan hasil uji regresi dimana menunjukkan nilai r = 0.601 dengan taraf signifikan 0.000 yang menunjukkan bahwa hubungan antar variabel terdapat hubungan yang kuat.
Copyrights © 2023