Kabupaten Wonogiri merupakan wilayah kapur yang tandus dan berbukit – bukit. Untuk menyiasati kondisi daerah yang kering warga menanam padi gogo. Kecamatan manyaran terdapat dua jenis lahan yaitu lahan sawah dan lahan gogo. Tujuan penelitian untuk mengetahui biaya produksi, penerimaan, pendapatan, efisiensi, untuk mengetahui perbandingan biaya produksi, penerimaan, pendapatan dan tingkat produktivitas usahatani padi sawah dan padi gogo di Kecamatan Manyaran. Metode dasar yaitu deskriptif. Pengambilan lokasi secara purposive di Kecamatan Manyaran. Jumlah responden 60 yaitu 30 petani padi sawah dan 30 petani padi gogo. Metode analisis yaitu analisis usahatani dan analisis komparasi. Hasil penelitian 1) Rata-rata biaya produksi padi sawah Rp. 2.369.988/Ha dan padi gogo Rp. 890.770/Ha. Rata-rata penerimaan padi sawah Rp. 4.643.933/Ha dan padi gogo Rp. 1.813.400/Ha. Rata-rata pendapatan padi sawah Rp. 2.273.935/Ha dan padi gogo Rp. 922.630/Ha. Nilai B/C ratio padi sawah 0,96 artinya tidak layak dan padi gogo 1,04 artinya layak. Sedangkan nilai R/C ratio padi sawah 1,96 dan padi gogo 2,04 artinya baik usahatani padi sawah maupun padi gogo layak untuk diusahakan, maka efisiensi padi gogo lebih besar dari pada padi sawah. Nilai BEP Produk padi sawah dan padi gogo 527,49 Kg dan 198,52 Kg. Nilai BEP harga padi sawah dan padi gogo Rp 2.294,29/Kg dan Rp 2.204,88/Kg. 2) Hasil uji t biaya produksi 0,000, pendapatan 0,000, dan produktivitas 0,001 artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara biaya produksi, pendapatan, dan produktivitas usahatani padi sawah dengan padi gogo. Kata Kunci: Buruh Tani, Gabah, Upah
Copyrights © 2022