Masalah mewujudkan ketahanan pangan di Indonesia salah satunya adalah ketersediaan peta lahan sawah yang akurat dan terkini untuk mengontrol produktivitas tanaman padi agar stabil. Dalam hal pengadaan peta lahan sawah menggunakan citra satelit resolusi tinggi, kecenderungan menggunakan metode klasifikasi visual sangat tinggi, karena kurangnya kajian-kajian penggunaan metode klasifikasi digitalĀ yang dapat dijadikan referensi untuk melakukan analisis objek tertentu melalui citra satelit resolusi tinggi, seperti halnya dalam pekerjaan pemetaan lahan sawah Kementan tahun 2010. Penelitian ini ditujukan untuk melakukan analisis dan validasi hasil survey luas sawah tahun 2010 Kementerian Pertanian berdasarkan pendekatan klasifikasi Object Based Image Analysis (OBIA). Aspek yang dibandingkan adalah klasifikasi area sawah dari kedua metode tersebut. Uji akurasi dilakukan antara hasil Audit Lahan Baku Sawah Menggunakan Citra Satelit Resolusi Tinggi tahun 2010 dengan hasil klasifikasi lahan sawah yang diperoleh dari proses klasifikasi digital berbasis objek. Pada penelitian ini, Pendekatan OBIA yang digunakan pada klasifikasi fase lahan sawah efektif diterapkan, terutama pada pemilihan kombinasi parameter terbaik untuk segmentasi dan pemilihan parameter terbaik untuk klasifikasi.
Copyrights © 2022