Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai yang terkandung dalam pertunjukan Arja Pakang Raras di Pura Swagina Kesenian, Dusun Buduk, Desa Bengkel, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan. Penelitian ini dirancang dengan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan lapangan. Datanya diperoleh melalui metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan yang dikaji menggunakan teori nilai. Berdasarkan hasil kajian didapatkan hasil bahwa Arja Pakang Raras mengandung nilai-nilai Religius, Moral, Pendidikan, dan Estetika. Secara religius, hubungan antara Pakang Raras dan Galuh dipandang sebagai takdir yang ditentukan oleh Tuhan, yang juga menghidupkan kembali Pakang Raras setelah kematiannya. Dalam aspek moral, Pakang Raras menunjukkan keteladanan sebagai seorang abdi yang mampu menempatkan diri dengan baik, sementara Bayan Sangit adalah contoh seseorang yang tidak mau menempatkan diri dengan baik, cerita Arja Pakang Raras ini merefleksikan kehidupan masyarakat dan menjadi cermin dinamika kehidupan sehari-hari. Hubungan antara Pakang Raras dan Galuh digambarkan dengan indah, menunjukkan kasih sayang yang mendalam saat mereka saling mencintai, dan kedua abdi berusaha mencari cara untuk bisa bertemu, menghasilkan sebuah cerita yang penuh dengan aksi dan kegembiraan.
Copyrights © 2023