Bandung Conference Series: Psychology Science
Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Psychology Science

Pengaruh Self Compassion terhadap Kecemasan Masa Depan pada Mahasiswa Tingkat Akhir

Lischa Nabila Wilianaza (Psikologi)
Suhana (Psikologi)



Article Info

Publish Date
02 Aug 2023

Abstract

Abstract. These hopes, goals and guesses about what will happen in the future often affect human mental health, coupled with the pandemic yesterday brought a period of uncertainty for everyone. This uncertainty associated with the future and the possibility of unintended or negative outcomes is commonly referred to as future anxiety. Future anxiety is certainly not a good thing for the human mentality because it involves understanding the goodness of oneself when experiencing failures and mistakes, without criticizing and judging oneself harshly this is commonly called self-compassion is very important. Based on this phenomenon, the problems in this study are formulated as follows: (1) what is the level of self compassion possessed by final year students? (2) What is the level of future anxiety experienced by final year students? (3) How much influence self-compassion has on future anxiety in final year students?. The respondents of this study were 340 final year students at Bandung Islamic University with causality and quota sampling methods. The results obtained using a simple linear regression test showed simultaneously and significantly the negative influence of self-compassion on future anxiety in final year students. With the value of the linear regression coefficient of the self-compassion variable is –.584, this shows that if the self-compassion variable increases, the future anxiety variable will decrease. The value of the coefficient of determination of .499 means that the self-compassion variable can affect future anxiety by 49.9%, meaning that the influence is at a fairly moderate level. Therefore, it is hoped that final year students can increase self-compassion in order to deal with future anxiety. Abstrak. Harapan, tujuan dan dugaan mengenai yang akan terjadi di masa depan ini seringkali mempengaruhi kesehatan mental manusia, ditambah dengan adanya pandemi kemarin membawa masa ketidakpastian bagi semua orang. Ketidakpastian yang terkait dengan masa depan dan kemungkinan hasil yang tidak diinginkan atau negatif ini biasa disebut dengan kecemasan masa depan. Kecemasan masa depan tentu bukan lah hal yang baik bagi mental manusia untuk itu melibatkan pemahaman akan kebaikan pada diri sendiri saat mengalami kegagalan dan kesalahan, tanpa mengkritik dan menghakimi diri secara keras ini biasa di sebut dengan self compassion sangatlah penting. Berdasarkan fenomena tersebut, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: (1) bagaimana tingkat self compassion yang dimiliki mahasiswa tingkat akhir? (2) Bagaimana tingkat kecemasan masa depan yang dialami oleh mahasiswa tingkat akhir? (3) Seberapa besar pengaruh self compassion terhadap kecemasan masa depan pada mahasiswa tingkat akhir?. Responden penelitian ini 340 mahasiswa tingkat akhir di Universitas Islam Bandung dengan metode kausalitas dan quota sampling. Hasil penelitian diperoleh menggunakan uji regresi linear sederhana menunjukkan secara simultan dan signifikan pengaruh negatif self compassion terhadap kecemasan masa depan pada mahasiswa tingkat akhir. Dengan nilai koefisien regresi linear dari variabel self compassion adalah .584 ini memperlihatkan bahwa apabila variabel self compassion mengalami kenaikan maka variabel kecemasan masa depan akan mengalami penurunan. Nilai koefisien determinasi .499 artinya variabel self compassion dapat mempengaruhi kecemasan masa depan sebesar 49.9% artinya pengaruh berada pada tingkat yang cukup moderat. Oleh karena itu, diharapkan mahasiswa tingkat akhir dapat meningkatkan self compassion agar dapat menangani kecemasan masa depan.

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

BCSPS

Publisher

Subject

Humanities Education Social Sciences

Description

Bandung Conference Series: Psychology Science (BCSPS) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Psikologi dengan ruang lingkup sbb: Broken Home, Budaya Organisasi, Celebrity Worship, Delinkuensi, Dewasa Awal, Disiplin Kerja, Dukungan Sosial, ...