Dalam adat pernikahan, juga salah satunya telah mengalami pergeseran kepada pengalaman pribadi terhadap ulos pansamot yang kehilangan partikularitas agama dan budaya. Ulos tersebut menggunakan jenis punca ragi hotang. Jenis yang ulos yang kaya akan makna dalam corak kekayaan-kehormatan-keturunan yang tertuang dalam ulos pancamot. Melalui aksioma budaya dan agama, pemaknaan simbol ulos pancamot bukan hanya sebagai memenuhi hasrat konsumsi lahiriah, melainkan juga hasrat konsumsi batin yang memiliki nilai spiritualitas atas devosi. Hemat penulis, situasi ini meretas kebahagian yang dikukuhkan dengan nilai budaya dan nilai spiritual. Adanya keseimbangan pengalaman spiritual dalam diri seseorang yang melahirkan fondasi kemanusiaan yang menjadi lebih arif dalam tindakan berkeluarga kendati terjadinya paradoks pengalaman
Copyrights © 2023