Tracer merupakan sarana penting dalam mengontrol penggunaan berkas rekam medis. Tracer digunakan untuk menggantikan rekam medis yang keluar dari rak penyimpanan. Petunjuk keluar ini tetap berada pada penyimpanan sampai rekam medis yang dipinjam dikembalikan dan disimpan kembali. Petunjuk keluar ini dilengkapi dengan kantong untuk penyimpanan slip permintaan. Berdasarkan studi pendahuluan di RSU Palang Biru Gombong, ditemukan adanya beberapa permasalahan. Diperoleh informasi bahwa masih ditemukan berkas rekam medis yang misfile atau berkas rekam medis yang salah letak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prosedur penggunaan tracer dan mengetahui faktor penyebab tracer tidak digunakan di RSU Palang Biru Gombong. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengambilan data dilakukan dengan observasi dan wawancara dengan sampel 2 orang petugas rekam medis di unit filing dan Kepala Rekam Medis sebagai triangulasi sumber. Berdasarkan hasil penelitian di RSU Palang Biru Gombong diketahui bahwa di bagian filing belum menggunakan tracer sebagai kartu pelacak berkas rekam medis keluar dari rak penyimpanan sehingga sering terjadi misfile seperti salah letak berkas rekam medis. Petugas filing dalam melaksanakan tugasnya belum susuai dengan SOP. Ditinjau dari faktor Man, petugas rekam medis hanya lulusan SMA dan belum pernah mengikuti pelatihan tentang rekam medis. Ditinjau dari faktor money anggaran pembuatan tracer belum ada. Ditinjau dari faktor method belum menerapkan penggunaan SOP yang sudah ada.
Copyrights © 2023