Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

A Narative Review: The Difference of Satisfaction Level in BPJS Patient And General Patient Toward The Quality of Health Service In Inpatient’s Unit Sumadi, Andrias Feri; Hidayat, Muhammad Syamsu; Sulistyawati, Sulistyawati
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6 (2021): Special Issue GINC
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (851.935 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6iS1.792

Abstract

Background: Many studies show that the quality of services at various health facilities is influenced by the source of financing. The same thing was also found in the Inpatient Unit. Various data show that there are differences in patient care between general patients and BPJS patients. This is of course contrary to the Presidential Regulation of the Republic of Indonesia No.82 of 2018 that BPJS participants are entitled to health services according to the medical needs required. Therefore, this study aims to discuss how much difference the level of satisfaction of BPJS patients and general patients with the quality of service in the Inpatient Unit. Subject and Methodology: The study method was carried out with a Narative review approach sourced from the PubMed, Google Schollar and IJPHS databases. There are 39,970 articles found with the keywords patient satisfaction and quality of health services; patient satisfaction and quality of health services. Then the articles were identified, filtered, so that 5 articles that met the criteria were obtained for in-depth review. Results: Broadly speaking, there are differences in the satisfaction level of BPJS patients and general patients with the quality of service in the Inpatient Unit. The difference lies in satisfaction in the dimensions of reliability / tangible, responsiveness / responsiveness, assurance, caring / empathy, and direct evidence / reliability. Conclusion: As many as 60% of studies show that there is a difference in the level of satisfaction between BPJS patients and general patients in the Inpatient Unit which can be used as an evaluation for Health Service Providers so that there is no difference in patient satisfaction levels. This is because every patient is unable to get the same health services according to their medical needs. Latar Belakang: Banyak penelitian yang menunjukan bahwa kualitas layanan pada berbagai fasilitas kesehatan dipengaruhi oleh sumber pembiayaan. Hal serupa juga ditemukan di Unit Rawat Inap. Berbagai data menunjukan bahwa ada perbedaan layanan pasien antara pasien umum dan pasien BPJS. Hal ini tentunya bertentangan dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia No.82 Tahun 2018 bahwa peserta BPJS berhak mendapatkan layanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan medis yang diperlukan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk membahas seberapa besar perbedaan tingkat kepuasan pasien BPJS dan pasien umum terhadap mutu pelayanan di Unit Rawat Inap. Subjek dan Metodologi: Metode studi dilakukan dengan pendekatan Narative review yang bersumber pada database PubMed, Google schollar dan IJPHS. Terdapat 39.970 artikel yang ditemukan dengan kata kunci kepuasan pasien dan mutu layanan kesehatan; patient satisfaction and quality of health services. Selanjutnya artikel tersebut diidentifikasi, disaring, hingga diperoleh 5 artikel yang memenuhi kriteria untuk kemudian diulas secara mendalam. Hasil:  Secara garis besar terdapat perbedaan tingkat kepuasan pasien BPJS dan pasien umum terhadap mutu pelayanan di Unit Rawat Inap. Perbedaan terletak pada kepuasan pada dimensi kehandalan/tangible, daya tanggap/ responsiveness, jaminan/assurance, peduli/empaty, dan bukti langsung/ reliability. Kesimpulan: Sebanyak 60% penelitian menunjukan adanya perbedaan dalam tingkat kepuasan antara pasien BPJS dan pasien umum di Unit Rawat Inap dapat dijadikan evaluasi bagi Pelaksana Layanan Kesehatan sehingga tidak ada lagi perbedaan tingkat kepuasan pasien. Hal ini dikarenakan setiap pasien berhak mendapatkan layanan kesehatan yang sama sesuai dengan kebutuhan medisnya.
Perbedaan Tingkat Kepuasan Pasien JKN Dan Pasien Umum Terhadap Mutu Pelayanan Unit Rawat Inap: Literatur Review Sumadi, Andrias Feri; Mardiyoko, Ibnu; Pratama, Yanasta Yudo
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 8, No 1 (2022): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, Pertama 2022
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1667.593 KB) | DOI: 10.29241/jmk.v8i1.913

Abstract

Banyak penelitian yang menunjukan bahwa kualitas layanan pada berbagai fasilitas kesehatan dipengaruhi oleh sumber pembiayaan. Hal serupa juga ditemukan di Unit Rawat Inap. Berbagai data menunjukan bahwa ada perbedaan layanan pasien antara pasien umum dan pasien JKN. Hal ini tentunya bertentangan dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia No.82 Tahun 2018 bahwa peserta JKN berhak mendapatkan layanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan medis yang diperlukan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk membahas seberapa besar perbedaan tingkat kepuasan pasien JKN dan pasien umum terhadap mutu pelayanan di Unit Rawat Inap. Metode studi dilakukan dengan pendekatan Narative review yang bersumber pada database PubMed, Google schollar dan IJPHS. Terdapat 39.970 artikel yang ditemukan dengan kata kunci kepuasan pasien dan mutu layanan kesehatan; patient satisfaction and quality of health services. Selanjutnya artikel tersebut diidentifikasi, disaring, hingga diperoleh 5 artikel yang memenuhi kriteria untuk kemudian diulas secara mendalam. Secara garis besar terdapat perbedaan tingkat kepuasan pasien JKN dan pasien umum terhadap mutu pelayanan di Unit Rawat Inap. Perbedaan terletak pada kepuasan pada dimensi kehandalan/tangible, daya tanggap/ responsiveness, jaminan/assurance, peduli/empaty, dan bukti langsung/ reliability. Sebanyak 60% penelitian menunjukan adanya perbedaan dalam tingkat kepuasan antara pasien JKN dan pasien umum di Unit Rawat Inap dapat dijadikan evaluasi bagi Pelaksana Layanan Kesehatan sehingga tidak ada lagi perbedaan tingkat kepuasan pasien. Hal ini dikarenakan setiap pasien berhak mendapatkan layanan kesehatan yang sama sesuai dengan kebutuhan medisnya.  
Evaluasi Metadata Rekam Medis Elektronik Rawat Jalan Sumadi, Andrias Feri; Sinanto, Rendi
Indonesian Health Issue Vol. 4 No. 2 (2025): AGUSTUS
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/inhis.v4i2.79

Abstract

Background: In today's digital era, electronic medical records (EMR) play an important role in improving the quality of health services. Objective: This study focuses on the evaluation of outpatient electronic medical record metadata at Puskesmas Bantul II, Yogyakarta, with the aim of ensuring the compliance of metadata with the regulations of the Ministry of Health of the Republic of Indonesia, KEPMENKES HK.01.07/MENKES/1423/2022. Method: This study uses a qualitative method with a case study approach to gain an in-depth understanding of the process and challenges in managing and evaluating EMR metadata at Puskesmas Bantul II. Results: The results of the study showed several metadata discrepancies that require continuous adjustment and evaluation. This study aims to identify variables and metadata in SIMPUS, calculate the percentage of conformity of variables and metadata, and reveal the factors causing the discrepancies. Conclusion: It is expected that the results of this study can improve the efficiency and effectiveness of health services at Puskesmas Bantul II and ensure compliance with data security standards and patient privacy.
PENTINGNYA TRACER SEBAGAI KARTU PELACAK REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT PALANG BIRU GOMBONG Sumadi, Andrias Feri; Sulaiman, Fadia; Cahyani, Helga Anggia
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2023 : SIKesNas 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sikenas.vi.2836

Abstract

Tracer merupakan sarana penting dalam mengontrol penggunaan berkas rekam medis. Tracer digunakan untuk menggantikan rekam medis yang keluar dari rak penyimpanan. Petunjuk keluar ini tetap berada pada penyimpanan sampai rekam medis yang dipinjam dikembalikan dan disimpan kembali. Petunjuk keluar ini dilengkapi dengan kantong untuk penyimpanan slip permintaan. Berdasarkan studi pendahuluan di RSU Palang Biru Gombong, ditemukan adanya beberapa permasalahan. Diperoleh informasi bahwa masih ditemukan berkas rekam medis yang misfile atau berkas rekam medis yang salah letak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prosedur penggunaan tracer dan mengetahui faktor penyebab tracer tidak digunakan di RSU Palang Biru Gombong. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengambilan data dilakukan dengan observasi dan wawancara dengan sampel 2 orang petugas rekam medis di unit filing dan Kepala Rekam Medis sebagai triangulasi sumber. Berdasarkan hasil penelitian di RSU Palang Biru Gombong diketahui bahwa di bagian filing belum menggunakan tracer sebagai kartu pelacak berkas rekam medis keluar dari rak penyimpanan sehingga sering terjadi misfile seperti salah letak berkas rekam medis. Petugas filing dalam melaksanakan tugasnya belum susuai dengan SOP. Ditinjau dari faktor Man, petugas rekam medis hanya lulusan SMA dan belum pernah mengikuti pelatihan tentang rekam medis. Ditinjau dari faktor money anggaran pembuatan tracer belum ada. Ditinjau dari faktor method belum menerapkan penggunaan SOP yang sudah ada.
Perbandingan Mutu Pelayanan Kesehatan Terhadap Kepuasan Pasien Rawat Inap: Sebuah Tinjauan Sistematis Sumadi, Andrias Feri; Pratama, Yanasta Yudo
Jurnal Promotif Preventif Vol 7 No 4 (2024): Agustus 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v7i4.1329

Abstract

Penelitian mengenai kualitas pelayanan kesehatan pasien di berbagai fasilitas kesehatan dipengaruhi oleh sumber pembiayaan sudah banyak dilakukan. Hal tersebut ditemukan juga di Unit Rawat Inap rumah sakit di Indonesia terhadap kepuasan pasien. Berbagai data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kualitas pelayanan pasien JKN dan pasien umum. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran perbandingan mutu pelayanan kesehatan pasien JKN dan non JKN yang ditinjau dari 5 dimensi (servqual) terhadap kepuasan pasien rawat inap rumah sakit di Indonesia. Penelitian ini merupakan tinjauan sistematik yang bersumber pada database Google Scholar, PubMed, Sciencedirect, JSTOR, dan ProQuest menggunakan kata kunci yang mencerminkan parameter PICO. Kata kunci tersebut digabungkan menggunakan boolean sesuai dengan database. Hasil pencarian diinklusi dan dieksklusi kemudian dinilai kualitasnya dengan critical appraisal, diekstraksi dan dianalisis untuk memperoleh hasil penelitian untuk menjawab pertanyaan penelitian. Hasil penelitian jurnal diperoleh 11 artikel yaitu delapan artikel menyatakan bahwa ada perbedaan dan empat artikel menyatakan tidak ada perbedaan kualitas pelayanan kesehatan pasien JKN dan Non-JKN terhadap kepuasan. Tidak terdapat perbedaan kualitas pelayanan kesehatan terhadap kepuasan pasien JKN dan non-JKN dikarenakan dalam keempat artikel menunjukan pernyataan tingkat kepuasan pasien JKN dan non-JKN sangat menyatakan puas dalam pelayanan kesehatan