Pada dasarnya pendidikan karakter beragama harus ditanamkan oleh setiap sekolah yang ada di Indonesia, karena mengingat Indonesia merupakan negara yang mengakui adanya agama dan Tuhan. Di Indonesia sendiri pendidikan formal bisa dikategorikan berdasarkan basis keagamaan dan non-keagamaan, contohnya adalah Sekolah Islam Terpadu (SIT). SIT ini merupakan sekolah yang menerapkan konsep pendidikan islam dengan berdasarkan hadits dan Al-Qur’an. Sehingga dalam implementasinya, pembelajaran dilakukan melalui pendekatan yang mengintegrasikan pendidikan agama dan umum menjadi satu kesatuan yang terangkum dalam kurikulum, dan ujung tombak keberhasilan penerapan kurikulum terpadu ini adalah guru. Artikel ini disusun menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi dengan subjek guru Fisika di salah satu International Islamic School di Jakarta. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, angket, dan lembar analisis perangkat pembelajaran. Artikel ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana persepsi guru terkait kewajiban guru dalam menanamkan karakter islami kepada peserta didik dan bagaimana cara guru menanamkannya. Hasil penelitian yang diperoleh ternyata guru berpendapat bahwa menanamkan karakter islami pada peserta didik adalah merupakan tanggungjawab setiap guru. Penanaman karakter islami dilakukan oleh guru melalui motivasi di sela-sela pembelajaran, namun untuk model dan metode pembelajaran, sumber belajar, ataupun jenis asesmen yang digunakan masih belum diperuntukkan untuk penanaman karakter islami kepada peserta didik.
Copyrights © 2023